Webinar FISIP UNS GLOBAL FIESTA featuring The Malaysian Embassy in Jakarta

Webinar FISIP UNS GLOBAL FIESTA featuring The Malaysian Embassy in Jakarta

FISIP UNS kembali mengadakan webinar sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis UNS ke-46 pada hari Senin, 18 April 2022. Webinar yang merupakan rangkaian acara bertajuk FISIP UNS GLOBAL FIESTA featuring The Malaysian Embassy in Jakarta ini menghadirkan dua pembicara, yakni Mr. Mohd Mubarak Shamsuddin, Education Attache of Malaysian Embassy in Jakarta, dan Ms. Haryanty Abu Bakar, Deputy Director Tourism Malaysia. Sedangkan bertindak sebagai moderator untuk acara ini adalah Rezza Akbar, dosen Program Studi Sosiologi, FISIP UNS.

Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan 1 FISIP UNS, Dr. Prahastiwi Utari, yang mengatakan dalam sambutannya bahwa acara ini merupakan event yang sangat bernilai dan bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa FISIP UNS yang berkeinginan untuk melakukan studi lanjutan Pasca-Sarjana ke Malaysia. Sebagai pembicara pertama, Ms. Haryanty menjelaskan bagaimana Malaysia ditinjau dari struktur pemerintahan dan politiknya. Setelah itu, ia menjelaskan aspek pariwisata yang saat ini menjadi salah satu aspek prioritas bagi ekonomi Malaysia.

Dalam pemaparannya tersebut, Ms. Haryanty menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia merupakan salah satu pangsa terpenting pariwisata Malaysia karena jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar.

Di sisi lain, selama ini, Malaysia menjadi salah satu destinasi pariwisata terpenting bagi para turis asal Indonesia karena beberapa faktor utama, antara lain: Pertama, aksesibilitas Malaysia yang secara geografis berdekatan dengan Indonesia. Kedua, kesamaan rumpun kedua bangsa yang membuat kultur dan kehidupan kedua bangsa tidak jauh berbeda. Ketiga, aspek bahasa kedua negara yang identik karena sama-sama berakar dari Bahasa Melayu membuat para turis atau ekspatriat dari kedua negara secara timbal-balik tidak banyak mengalami kendala. Keempat, persoalan nilai tukar mata uang kedua negara yang relatif tidak terlalu timpang membuat persoalan nilai tukar menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat dari kedua negara yang ingin saling berkunjung dan berwisata.

Sementara itu, Mr. Mohd Mubarak bin Shamsuddin selaku Education Attache Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia menjelaskan banyak ihwal penting terkait pendidikan di Malaysia. Mr. Mubarak menjelaskan bahwa pendidikan tinggi di Malaysia merupakan pendidikan tinggi berkelas dunia, namun memiliki banyak kemudahan dan keunggulan dibandingkan dengan di negara lain bagi para pelajar dari Indonesia yang ingin melanjutkan studinya.

Ia menjelaskan bahwa ada banyak kampus Malaysia yang masuk daftar QS Top 100 Universities seperti Universiti Malaya (UM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Putra Malaysia (UPM), dan lainnya. Karena itu, Mr. Mubarak menjelaskan bahwa dengan level pendidikan tinggi berkelas dunia tersebut, namun dengan biaya yang lebih terjangkau bagi para pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi mereka, maka dalam hal ini Malaysia menjadi destinasi pendidikan tinggi yang menjanjikan dan menguntungkan.

Mr. Mubarak juga menjelaskan bahwa Malaysia memiliki beberapa skema beasiswa (scholarships) yang terbuka bagi para pelajar dari Indonesia. Menutup presentasinya, ia mendorong agar mahasiswa-mahasiswa FISIP UNS bersemangat untuk melanjutkan studi ke Malaysia, yang salah satunya dapat difasilitasi oleh beasiswa dari pemerintah Malaysia.