Mewujudkan Humanism Governance Untuk Leading The Future Society, Fisip Uns Juara 1 Lomba Kampus Inklusi Antar Fakultas Di Universitas Sebelas Maret

Mewujudkan Humanism Governance Untuk Leading The Future Society, Fisip Uns Juara 1 Lomba Kampus Inklusi Antar Fakultas Di Universitas Sebelas Maret

FISIP UNS meraih  Juara 1 Lomba Kampus Inklusi Antar Fakultas Di Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam rangka Dies Natalis UNS yang ke 46. Dekan FISIP UNS Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si menerima langsung Piala, Piagam dan Hadiah berupa Smart TV 43’ di Ballroom Tower UNS Lantai 3 tadi malam 20 Mei 2022. Lomba yang diprakarasi oleh Pusat Studi Difabilitas Universitas Sebelas Maret di bawah pimpinan Prof. Dr. Munawir Yusuf M.Psi ini mengukur seberapa inklusi sebuah fakultas dengan menggunakan metrik bernama UNS Matric Inclusion. Metrik yang sejatinya digunakan untuk mengukur seberapa inklusif sebuah perguruan tinggi diujicobakan oleh Pusat Studi Difabilitas di Tingkat Fakultas di UNS. Menurut Prof. Dr. Sunardi, M.Sc sebagai inisiator UNS Matric Inculison, dasar pengembangan metrik ini adalah beberapa model pengukuran dan perankingan kualitas pendidikan tinggi yang ada, indeks inklusi sekolah di Inggris, Peraturan Menteri yang mengatur Pendidikan inklusif di perguruan tinggi, dan model penjaminan mutu Badan Akreditasi Nasional  Perguruan Tinggi (BAN PT). Di aras UNS, matrik ini menerjemahkan Standar Penjaminan Mutu Internal Tambahan UNS sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Metrik ini terdiri dari borang dan skala penilaian sikap. Skala penilaian sikap digunakan untuk untuk mengukur standar budaya. Skala ini diisi oleh perwakilan dosen, perwakilan tenaga kependidikan, mahasiswa non-disabilitas dan mahasiswa disabilitas. Komponen skala terdiri dari tujuh indikator, yaitu:  memahami konsep disabilitas, mengakui hak warga disabilitas mengikuti pendidikan tinggi, Inklusif atau eksklusif,  menghargai keberagaman dan anti diskriminasi,  mendukung lingkungan pendidikan yang ramah terhadap keberagaman warganya, ekspektasi/harapan terhadap mahasiswa disabilitas, dan  kesediaan memberi dukungan dan bantuan untuk warga disabilitas. Responden menyampaikan sikap mereka dengan memilih empat opsi, yaitu sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), setuju (S) dan sangat setuju (SS) terhadap butir-butir pernyataaan (sebagian pernyataan positif dan sebagian pernyataan negatif) merepresentasikan ketujuh standar. Sedangkan Borang Laporan Evaluasi Diri (LED) merupakan instrumen untuk mengukur standar kebijakan dan standar praktik layanan mahasiswa disabilitas secara inklusif. Borang LED ini harus diisi secara kualitatif tentang penjelasan diskriptif kondisi perguruan tinggi berkaitan dengan layanan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus. Tim borang juga harus menyiapkan bukti (evidence) atas semua yang dideskripsikan, kemudian  mengunggahnya bersaman dengan laporan deskriptif. Borang LED dalam metrik ini terdiri dari 6 (enam) komponen yang kemudian disebut standar, yaitu; 1) Standar Kelembagaan; 2) Standar SPMB; 3) Standar Pembelajaran; 4) Standar Dukungan Sosial Psikologis; 5) Standar Dukungan Fisik; 6) Standar Kelulusan.

Diraihnya predikat Juara 1 kampus Inklusi antar Fakultas di UNS tahun 2022 ini mendukung FISIP sebagai kampus yang humanism governance demi terwujunya FISIP Leading the Future Society. Meskipun secara struktural FISIP UNS belum memiliki unit khusus terkait disabilitas, namun demikian FISIP menerima mahasiswa disabilitas, salah satunya adalah Karisma Evi Tiarani peraih rekor paralimpiade Tokyo 2020 untuk  atletik 100 meter T42 mahasiswa Angkatan 2021  Program Studi Ilmu Komunikasi. Selain itu FISIP UNS juga memiliki Research Group (RG) dengan sub focus disabilitas, yaitu RG Pelayanan Publik Berbasis Human Governance di Program Studi Ilmu Administrasi Negara.

Kemenangan FISIP salah satunya didukung oleh kegiatan publikasi tentang Disabilitas yang cukup masif dilakukan oleh anggora Riset Grup bernama  Pelayanan Publik Berbasis Human Governance, salah satunya dilakukan oleh  Dr. Rina Herlina Haryanti, S.Sos, M.Si, dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara sebagai peraih 14 besar Calon Komisioner Komisi Nasional Disabilitas  Republik Indonesia melalui Penelitian, Publikasi di Jurnal Nasional, Prosiding Internasional, maupun media.  Salah satunya publikasi di Radio bekerjasama dengan RRI Kota Surakarta dalam Acara Bisa dan Berkarya setiap hari Sabtu Pukul 10.00-11.00 WIB minggu Pertama setiap bulannya.

Inklusifitas di FISIP juga dihadirkan dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. Untuk memfasilitasi beberapa webinar bertema inklusi,  FISIP UNS juga sudah menyediakan Juru Bahasa Isyarat  dengan melibatkan mahasiswa dari S1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) UNS, beberapa kegiatan diantaranya adalah webinar Himpunan mahasiswa Administrasi Negara FISIP UNS dengan tema “Inklusivitas Pelayanan Publik Membangun Konstruksi Sosial Penyandang Disabilitas Era Pandemi”  dan agenda Censor Komunitas Riset di FISIP UNS dalam kegiatan Ngopisari dengan topik disabilitas yang berjudul “Membangun Pendidikan yang Inklusif bagi Penyandang Disabilitas” .

Di aras sarana dan prasarana, FISIP UNS  memiliki 4 (empat) gedung bertingkat  yang berada dalam satu lokasi, tertata secara terpadu yang dapat diakses oleh sivitas akademika penyandang disabilitas. Keempat gedung di FISIP UNS dikoneksikan dengan doorloop dan jembatan penghubung antar lantai antar gedung. Semua gedung dapat diakses oleh sivitas akademika yang berkebutuhan khusus meliputi: bidang landai (ramp) yang standar (untuk disabilitas daksa pemakai kursi roda), lift untuk mencapai lantai 2 ke atas, jalur pemandu disabilitas, lebar pintu sebagian besar berukuran 160 – 200 cm dan hanya ada beberapa yang berukuran 90 -100 cm sehingga semua pintu dapat dilewati kursi roda, serta terdapat  toilet/kamar mandi untuk difabel/pengguna kursi roda. Di setiap ruang tunggu dan di luar gedung perkuliahan terdapat tempat duduk khusus bagi mahasiswa disabilitas. Untuk mencegah penularan virus covid-19 maka lift di gedung 4 (bernama Gedung Totok Sarsito) berlantai 5 diberi sensor sehingga pengguna tidak perlu menekan tombol pada lift.  Pada lift tersebut juga terdapat angka dengan huruf braile serta pesan suara yang menunjukkan lift sudah berada di lantai berapa.

Penyediaan sarana di FISIP UNS dilakukan berdasarkan asas kecukupan, kesiapgunaan, mutu, kemutahiran, dan pemanfaatannya untuk pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta kegiatan administrasi akademik dan non akademik. FISIP UNS  memiliki toilet khusus untuk penyandang disabilitas  dan tempat duduk di ruang tunggu yang  siap digunakan, bermutu, terawat, terjaga kebersihannya, dan dapat dengan mudah diakses. Setiap hari kerja, ada petugas yang berkeliling melakukan pengecekan fasilitas-fasilitas yang berada di dalam dan di luar gedung FISIP sehingga apabila ditemukan ada kerusakan atau kebocoran pipa, selang  atau kran air dan/atau ada penyumbatan saluran  pembuangan air dan closet segera dilakukan perbaikan. Pemeliharaan kebersihan dilakukan dengan cara FISIP UNS mengontrak CV penyedia jasa cleaning service untuk pemeliharaan kebersihan di dalam gedung dan pemeliharaan kebersihan dan taman di luar gedung.  Supervisi mengenai pelaksanaan kewajiban dan hak CV penyedia jasa  sesuai yang terdapat pada klausul dan butir-butir kontrak  dilakukan oleh  PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Di FISIP UNS juga ada ruang kesehatan dan ruang laktasi beserta dengan fasilitas pendukungnya.

Semoga FISIP UNS dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan  predikat kampus inklusif ini. Kemenangan ini adalah kemenangan seluruh civitas akademika FISIP, Tim Kampus Inklusi FISIP, Dekanat, Dosen, Tenaga Kependidikan, Mahasiswa Disabilitas, Mahasiswa Non Disabilitas dan seluruh pihak yang mendukung terwujudnya FISIP Kampus Inklusi. (Diceritakan tertulis oleh Rina H-FISIP UNS)