Hari Kedua Pelaksanaan Uji Publik Keterbukaan Informasi Badan Publik di FISIP UNS

Hari Kedua Pelaksanaan Uji Publik Keterbukaan Informasi Badan Publik di FISIP UNS

Pada hari Rabu, 24 November 2021 telah terlaksana Uji Publik Keterbukaan Informasi Badan Publik hari kedua di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pelaksanaan Uji Publik Keterbukaan Informasi Badan Publik hari ke-2 ini diikuti 29 Badan Publik di Jawa Tengah. Beberapa Badan Publik yang hadir adalah Kota Semarang, Kota Purbalingga, Dinas Kesehatan, dan sebagainya. Selain dari badan pemerintahan, di hari ke-2 Uji Publik Keterbukaan Informasi Badan Publik ini juga diikuti oleh Rumah Sakit Umum Daerah seperti Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kudus, Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Demak, dan beberapa Rumah Sakit Umum Daerah lainnya.

Pelaksanaan Uji Publik Keterbukaan Informasi Badan Publik hari kedua dimulai pukul 08.00 WIB. Pemaparan materi uji publik dilakukan oleh kepala dinas masing-masing Badan Publik, salah satunya adalah Kota Purbalingga, yang dihadiri langsung oleh Bupati Purbalingga, yaitu Dyah Hayuning Pratiwi, S.E., BE.Con, M.M.. Namun, terdapat beberapa daerah yang diwakili oleh wakilnya seperti dari Kota Semarang yang diwakili oleh Ir. Hj. Hevearita G. Rahayu, M.Sos.

Sama seperti di hari pertama, dalam penyampaian materi setiap badan publik memaparkan dengan maksimal dan lancar. Pemaparan materi ini didukung dengan data-data dari setiap daerah. Salah satu juri dalam acara ini adalah Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta, yaitu  Prof. Dr. Ismi  Dwiastuti Nurhaeni, M.Si.

Dengan diselenggarakannya Uji Publik Keterbukaan Informasi Badan Publik ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dari Badan Publik di masing-masing daerah. Selain itu diharapkan daerah-daerah yang belum lolos untuk mengikuti Uji Publik Keterbukaan Informasi Badan Publik pada tahun ini, dapat mengikuti pelaksanaan di kesempatan selanjutnya dan bisa mengikuti jejak daerah-daerah lain yang sudah melakukan inovasi-inovasi pada Badan Publik sehingga bisa mengikuti perkembangan teknologi dan kondisi pandemi Covid-19.