International Guest Lecture: Youth, Religion and Gender Bersama Prof. Nancy Smith-Hefner (Boston University, USA)

International Guest Lecture: Youth, Religion and Gender Bersama Prof. Nancy Smith-Hefner (Boston University, USA)

Fenomena perkawinan anak dan remaja di Indonesia menjadi masalah sosial yang masih membutuhkan perhatian semua pihak. Meningkatnya angka perceraian yang disebabkan oleh khususnya pernikahan dini sebagaimana banyak yang terekspos di media akhir-akhir ini juga menjadi menjadi catatan tersendiri yang membutuhkan solusi bersama. Namun di sisi lain, fenomena menunda pernikahan (delayed marriage) juga semakin banyak ditemui di Indonesia. Beberapa permasalahan ini diangkat oleh Program Studi Sosiologi FISIP UNS melalui kuliah daring “Youth, Religion and Gender: Muslim Women and Delayed Marriage in Indonesia”. Kuliah daring ini dilaksanakan Rabu, 28 Oktober 2021 dengan platform zoom meeting menghadirkan Antropolog Boston University, Prof. Nancy. J. Smith Hefner.

Dalam paparannya Prof. Nancy juga menyampaikan faktor perubahan sosial dan ekonomi yang sangat cepat pasca orde baru. Perubahan ini memunculkan “condition of possibility” yaitu suatu kondisi yang menyebabkan salah satunya adalah tumbuhnya kelas-kelas menengah baru di Indonesia, waithood (perpanjangan masa dewasa muda dalam menunggu untuk menikah dan memiliki anak), yang juga ikut dipengaruhi oleh meningkatnya perempuan muda dalam angkatan kerja. Prof Nancy mencatat adanya peningkatan sebesar 25% angkatan kerja perempuan dari 32% di tahun 1971 menjadi 57% di tahun 2000.

Dr. Yuyun Sunesti, selaku ketua pelaksana, menyampaikan kuliah tamu internasional ini penting diadakan untuk memberikan pengalaman mahasiswa mendapatkan pengajaran dari ilmuan-ilmuan kelas dunia dan berdiskusi bersama terkait isu-isu sosial kontemporer yang terjadi di negara Indonesia dan dunia global. Meski kuliah tamu ini diberikan untuk mahasiswa Program Studi Sosiologi, namun juga terbuka untuk umum. Tercatat antusiasme peserta dari luar UNS berasal dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya dari Boston University, IAIN Kudus, UIN STS Jambi, Universitas Brawijaya, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Tridinanti Palembang, IAIN Pekalongan, dan Kementerian Sosial RI.

Dr. Argyo Demartoto sebagai kepala program studi sosiologi menambahkan harapannya, semoga  kuliah tamu internasional ini tidak berhenti sampai disini, namun menjadi tahap awal untuk terbukanya peluang kolaborasi di berbagai bidang di masa yang akan datang. (Maryani UNS)