Tantangan Eksistensi Industri Media di Masa Depan Jadi Bahasan Kuliah Tamu Jurnalistik

Tantangan Eksistensi Industri Media di Masa Depan Jadi Bahasan Kuliah Tamu Jurnalistik

FISIP UNS bekerjasama dengan Asumsi   institusi  media yang bekerja untuk publik dan berfokus pada bahasan politik dan budaya pop, menyelenggarakan webinar dengan tema “Bagaimana Tantangan Eksistensi Industri di Masa Depan” , Selasa, 5 Oktober 2021 pukul mulai 09.30 dengan platform zoom meeting  dengan menghadirkan pembicara Richo Pramoni (Chief Business Development Asumsi). Acara ini diikuti oleh mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi yang mengikuti mata kuliah jurnalistik dengan dosen pengampu Sri Hastjarjo, S.Sos, Ph.D.

Dalam paparan Richo Pramoni menyebutkan kuliah dibidang komunikasi atau jurnalistik sangat banyak manfaatnya. Tidak  terbatas pada distrik  saat membuat tulisan  sebagai sebuah karya  yang diakui oleh media. Banyak hal bisa dikerjakan dimasa depan antara media dan kampus sebagai sebuah sinergi pendidikan.  Jangan sampai ruang kelas membatasi dimensi teman-teman untuk berkarya, Perluas pengetahuan dengan melihat media landscape institusi pendidikan dengan keluar dari kurikulum dengan harapan setiap orang dapat berjeraring seluas mungkin agar sukses karena kunci sukses dalam bermedia adalah luasnya jejaring.  Memang pada mulanya proses penggunaan media hanya bisa dilakukan melalui media yang berbasis pers dan media non pers, dimana media berbasis pers mengacu pada Undang-Undang No. 40 tahun 1999.  Namun saat ini industri dimedia dituntut lebih  apalagi salah satunya sinergi dengan didunia pendidikan agar tidak ketinggalan.

Sri Hastjarjo, Dosen mata kuliah jurnalistik sekaligus Kaprodi Ilmu Komunikasi FISIP UNS mengapresiasi kegiatan ini serta akan memberi nilai terbaik bagi tulisan mahasiswa yang dimuat dalam media industri termasuk media asumsi. Karena tulisan yang dibuat, sudah diverifikasi, direview dan diakurasi oleh industri media yang berkompeten dibidang jurnalistik. Beliau menyebutkan dengan ujian portofolio yaitu nilai ujian yang didapatkan melalui karya nyata. Mahasiswa tidak perlu ujian seperti yang biasa dilakukan,  karena industri sudah mengakui bukti karyanya. Karena dalam mata kuliah jurnalistik eksistensi kemampuan pemahaman akan mata kuliah jurnalistik tersebut adalah mampu menulis di media,   dengan bukti publikasi  dari suatu media yang berkompeten.

Sebagai media yang bekerja untuk publik, Asumsi   merupakan institusi media yang berawal dari sebuah channel Youtube yang aktif membahas berbagai isu terkini dan juga mewawancarai sejumlah tokoh. Seiring perkembangannya, liputan dari awak redaksi pun dikemas dalam berbagai format, mulai dari video, artikel, podcast, newsletter, hingga media sosial. Hingga kini, sejumlah inovasi dalam melakukan tugas jurnalistik terus dilakukan oleh Asumsi. Karena Asumsi percaya dengan peran media massa sebagai sarana informasi, pendidikan, dan kontrol sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta dapat mendorong keterlibatan berbagai unsur masyarakat di ruang publik. (Maryani UNS)