Media Sosial Dan Kemiskinan: Analisis Jaringan Sosial Jadi Tema Skema Penetian Terapan Tim UNS bermitra dengan Bappeda Kota Magelang

Media Sosial Dan Kemiskinan: Analisis Jaringan Sosial Jadi Tema Skema Penetian Terapan Tim UNS bermitra dengan Bappeda Kota Magelang

Tim Peneliti Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pelatihan penelitian skema penetian terapan dengan judul : Media Sosial Dan Kemiskinan: Analisis Jaringan Sosial. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Hotel Trio Magelang, 20 September 2021, dengan tim peneliti : Rutiana Dwi Wahyunengseh (NIDN : 0006116905)  sekaligus bertindak  sebagai  Ketua Tim dengan anggota  Sri Hastjarjo, S.Sos, Ph.D  (NIDN : 0017027102) dan  Tri Mulyaningsih (NIDN : 0019077906). Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini adalah Abiyu Raihan Hanif dan Almahdi Dwita Purnama.

Dr. Rutiana menyebutkan bahwa Penelitian ini bertujuan untuk  menguji coba hasil penelitian tahun pertama, yaitu:  “Model Pemanfaatan Teknologi Komunikasi Dan Informasi untuk Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan” pada Pemerintah Kota Magelang. Dalam sesi  ini juga dilakukan evaluasi terhadap hasil peserta yang sudah dilatih sebelumnya untuk mempraktekkan pembuatan content isu kesejahteraan dan penanggulangan kemiskinan melalui akun media sosial organisasi pemerintah dalam bentuk narasi, foto, maupun video. Para peserta diminta untuk mengemas dalam media social yang ada  seperti instagram, youtube, Facebook, Twitter,  dan Tik-tok, dan karya peserta tersebut akan dipresentasikan pada saat pelatihan.

Dr. Rutiana menambahkan, sumber dana Skema Penetian Terapan Tim UNS  ini berasal dari kontrak penelitian antara Deputi Bidang Penguatan Riset Dan Pengembangan  Dengan Universitas Sebelas Maret nomor : 11/EI/KPPTNBH/2021 dengan surat perjanjian penugasan pelaksanaan penelitian PTNBH Dana Kementerian Ristek/BRIN TA 2021 Nomor : 221.1/UN27.22/HK.07.00/2021.

Adapun tujuan dari pelaksanaan  kegiatan pelatihan sendiri adalah penelitian ini Tim Peneliti mengkondisikan penguatan kapasitas aparatur pemerintah dari Dinas Kota Magelang dan aktor masyarakat yang menjadi anggota Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan daerah terkait keterampilan tentang bagaimana memoderasi postingan,  atau  menarik masyarakat untuk ikut terlibat dalam kegiatan pengentasan kemiskinan.  Permasalahan yang diintervensi melalui sesi penelitian ini adalah  karena isu kemiskinan tidak banyak diangkat menjadi isu yang menarik di perbincangkan  oleh publik. Nah ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita bahwa isu kemiskinan seharusnya menjadi perhatian netizen di dunia maya, pungkas Dr. Rutiana. (Maryani UNS)