Soroti Penarikan Militer AS di Afghanistan dan Implikasinya, Himaters Selenggarakan Webinar

Soroti Penarikan Militer AS di Afghanistan dan Implikasinya, Himaters Selenggarakan Webinar

Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional atau dikenal dengan Himaters FISIP UNS kembali  mengadakan kegiatan International Relations  Lecture Series   dengan menyelenggarakan “Webinar Dies Natalis – Penarikan Militer AS di Afghanistan dan Implikasinya”  dengan pembicara   Bintang Indra Wibisono S.Hub.Int., M.A. dan  Dr. Leni Winarni S.IP., M.Si.. Keduanya dosen Prodi Hubungan Internasional.  Hadir mengikuti acara ini  68 peserta bukan hanya mahasiswa FISIP UNS saja melainkan juga dari masyarakat umum. Webinar Penarikan Militer AS di Afghanistan dan Implikasinya, dilaksanakan    Jumat, 20 Agustus 2021 mulai pukul 09.00-11.00 WIB,  melalui zoom cloud room conference.

Sebagaimana diketahui dalam pemberitaan baru-baru ini Pemerintah Amerika telah melakukan penarikan pasukannya di Afghanistan. Buntut dari hal diatas banyak pemberitaan dimedia yang memberikan analisa terkait hal diatas, baik yang mendukung maupun yang menyayangkan hal ini terjadi. Walaupun kondisi dilapangan ditemukan bahwa tidak semua warga Afghanistan menolak Taliban.  Banyak sekali aktor-aktor yang terlibat dalam konflik tersebut, sehingga dibutuhkan kerjasama yang baik dalam menyelesaikan permasalahan tersebut hingga tercapai kesejahteraan dan kedamaian  disana nantinya.

Dalam pemaparan materi Bintang Indra Wibisono S.Hub.Int., M.A menyampaikan bahwa kejadian seperti di Afghanistan bukanlah yang pertama kali melainkan sudah biasa terjadi. Beliau menyampaikan beberapa fakta dan gambaran tentang Afghanistan  diantarannya  peristiwa Saigon 1975 – Kabul 2021 telah terjadi pengulangan sejarah, state building di Afghanistan gagal, geografis di Afghanistan itu keras, menyulitkan konektivitas antar wilayah sehingga menciptakan fragmentasi. Bintang Indra Wibisono juga  menyatakan gagalnya suatu negara mengakibatkan milisi-milisi di wilayah-wilayah yang terpecah-pecah tersebut mengambil alih kekuasaan. Di tahun 2013 di dalam Taliban melakukan  restrukturisasi besar-besaran, Taliban menjanjikan kedamaian di Kabul. Saat ini Amerika sudah tidak ada kepentingan lagi di Afghanistan sehingga tidak akan kembali ke Afghanistan.

Sedangkan Dr. Leni Winarni S.IP., M.Si. menyebutkan Afghanistan, sebelumnya merupakan wilayah dengan kepercayaan Hindu-Budha dan beberapa kepercayaan Dinamisme Animisme lainnya. Namun beberapa dekade terakhir, Afghanistan menjadi negara dengan populasi mayoritas muslim penganut mazhab Hambali yang cukup besar. Meski beberapa tahun terakhir kondisi politik Afghanistan tidak kondusif, Afghanistan pernah menjadi negara yang cukup stabil dan memiliki kehidupan politik yang relatif pada era monarki dahulu. Beberapa saat terakhir setelah faksi Taliban berkuasa, terjadi keguncangan politik. Faksi Taliban sendiri merupakan gerakan yang dimotori oleh santri didikan Arab Saudi yang ingin menerapkan Islam secara murni. Gerakan ini juga mendapat dukungan dari Arab Saudi. Faksi Taliban sendiri bukan merupakan satu satunya faksi yang ada di Afghanistan. Begitupun, para penduduknya. Ada yang mendukung penguasaan Taliban dan ada pula yang menolak kekuasaannya. Menurut Leni, Isu-isu paling sering terkait Afghanistan adalah  USA memiliki kepentingan terhadap sumber daya alam di Afghanistan.  Penarikan pasukan USA dan NATO di Afghanistan dilatarbelakangi juga oleh kekecewaan pemerintahan Amerika Serikat atas keberjalanan pemerintahan Afghanistan. Banyak dana bantuan yang malah disalahgunakan ataupun dikorupsi oleh mereka sendiri. Meski Kabul telah mengalami banyak moderasi, tidak semua wilayah Afghanistan mendapat kemajuan yang sama. Beberapa daerah terpencil lebih bergantung pada kekuasaan Taliban.

Terkait dengan manajemen konflik  yang terjadi di Afghanistan, USA dan China serta Rusia memiliki kepentingan masing-masing. Terlepas dari keinginan aktor untuk menegakkan pemerintahan yang lebih makmur, masing masing aktor juga memiliki kepentingan personal, diperlukan meditasi lebih lanjut untuk mengetahui solusi terbaik yang bisa diterapkan agar pemerintahan bisa lebih stabil dan kondusif.  Webinar dan diskusi tentang penarikan tentara Amerika ini  berjalan dengan  hidup dan lancar, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang  disampaikan kepada kedua narasumber  baik yang berkaitan dengan kelangsungan pemerintahan Taliban, sisi ekonomi dan sosial budaya serta dari sisi kemanusiaan yang saat ini mungkin terjadi dan mendesak harus segera ditangani Afganistan nantinya. (Maryani FISIP UNS)