Mahasiswa Ilmu Komunikasi Wakili Indonesia, Global Communication Forum di UUM Malaysia

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Wakili Indonesia, Global Communication Forum di UUM Malaysia

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret, Odie Yohandi menjadi wakil Indonesia dalam Global Communication Forum yang diadakan oleh Universiti Utara Malaysia di Bukit Kayu Hitam Malaysia.

Global Communication Forum merupakan forum diskusi internasional yang diselenggarakan oleh Communication Association /Persatuan Komunikasi Universiti Utara Malaysia (Pekom UUM). Forum ini dihadiri oleh 3 perwakilan negara diantaranya Odie Yohandie dari Universitas Sebelas Maret, Indonesia; J.Kaavilash dari Universiti Utara Malaysia; dan Fawad Ali dari University of Sindh, Pakistan. Tayangan diskusi disiarkan secara langsung melalui Facebook Live ditautan https://fb.watch/6OvHVrdoc3/.

Forum ini membahas tentang  isu  krisis komunikasi dimasa pandemi vovid-19.  Diadakan secara daring melalui zoom meeting dan facebook live pada Sabtu, 17 Juli 2021.  Odie yang juga merupakan staf Bidang Penelitian dan Pengembangan Himakom UNS, memaparkan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia, termasuk kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia dan dampaknya pada sektor kehidupan.

“Di Indonesia, kebijakan PPKM (partial-lockdown) diterapkan pemerintah sejalan dengan peningkatan kasus positif harian. Kebijakan ini berpengaruh besar pada sektor ekonomi dan pariwisata akibat pembatasan mobilitas,”terang Odie dihadapan mahasiswa perwakilan lain dari Malaysia dan Pakistan.

Odie juga menambahkan, pemerintah Indonesia berusaha menyebarkan informasi melalui kanal-kanal media sosial dan menggunakan tokoh berpengaruh sebagai opinion leader.

“Komunikasi publik antara media baru dan konvensional terus memberitakan untuk menyasar sampai pada komunitas kecil. Influencers dari pemimpin komunitas, artis, tokoh pendidikan, dan figur terkenal pun turut membantu mengkampanyekan program pemerintah,”  tambahnya.

Public Relations Pemerintah menjadi penting untuk membangun kepercayaan publik dengan pemerintah. Odie menambahkan kutipan dari Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Widodo Muktiyo,  yang merupakan Guru Besar Komunikasi UNS, bahwa pranata humas sangat penting untuk membangun pesan yang bisa dimaknai oleh masyarakat luas, agar pesan tersebut tidak hanya sent, tapi delivered.“ Ditengah pandemi seperti ini, virus Covid-19 sangat berbahaya tetapi disinformasi tidak kalah berbahaya juga karena banyak sekali informasi atau berita bohong tentang pandemi Covid-19 yang sampai ke masyarakat dan membuat masyarakat bingung,” sambungnya. Di akhir diskusi, Odie menjelaskan kondisi pendidikan di Indonesia akibat Covid-19 dimana perangkat digital dan teknologi menjadi alat penyambung hidup.

“Kami melakukan kegiatan school from home menggunakan berbagai media pembelajaran daring. Setelah menjalani, dapat dirasakan dalam pembelajaran daring, respon ssiswa tidak sealami dalam kondisi kuliah luring. Akibat penggunaan media daring,siswa menjadi tidak mudah memahami peta pembelajaran, mengantisipasi respons, dan sulit mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirinya,” pungkasnya.  (Maryani FISIP UNS)