Dekan FISIP UNS jadi Narasumber  di Virtual Class Teach  “Transnational Leadership on Gender Champion for Change”

Dekan FISIP UNS jadi Narasumber  di Virtual Class Teach  “Transnational Leadership on Gender Champion for Change”

Dekan FISIP UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si menjadi narasumber  di Virtual Class Teach  “Transnational Leadership on Gender Champion for Change” yang dilakukan melalui streaming youtube  bersama Dani Munggoro, Kamis, 1  Juli 2021.

Acara dibuka dengan definisi  proses pengajaran (teach) kepemimpinan berbasis gender dalam virtual class teach.  Dimasa pandemi pengajaran  tidak harus dilakukan melalui  tatap muka tetapi bisa dilakukan melalui daring atau virtual. Disesi pengajaran  gender ini, menurut Dani Munggoro  akan  dilakukan melalui 5 materi yaitu leadership thinking, system thinking, presentation/communication thingking, stratetegic thingking, dan desain thinking yang bermanfaat untuk melakukan inovasi. Dan Dekan FISIP UNS berkesempatan menjadi narasumber di tema yang berkaitan dengan leadership thinking.

Pengalaman Prof Ismi, terkait persepsi  pemimpin perempuan merupakan challlege  yang merupakan titik-titik  perjalanan karir hingga pencapaian hingga sekarang. Beliau menyampaikan pertama : bahwa orang tua merupakan panutan yang memberikan kebebasan anak-anaknya dalam  menentukan pilihan dengan sangat mandiri  dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki saat itu. Kedua, untuk mendukung pilihan ini Prof Ismi juga  aktif dalam kegiatan pramuka karena beliau beranggapan dengan pramuka setiap orang dilatih mandiri dalam berbagai keadaan. Prof Ismi juga yakin, bila seseorang ingin jadi orang sukses,  maka harus berkemampuan, berpengetahuan dan mampu mempengaruhi banyak orang serta mampu beradaptasi dilingkungan sekitar.

Selain itu adanya bakat atau insting lahir, pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan yang terus diasah  dapat meningkatkan kemampuan sesorang dalam mengasah kemampuan kepemimpinannya. Termasuk didalamnya keinginan beliau menjadi manusia pembelajar  kepada dan dengan siapapun tanpa membatasi ruang dan waktu. Ketrampilan berkomunikasi juga merupakan bakat dan perlu dilatih untuk bisa menjadi pemimpin. Karena seorang pemimpin harus mampu dalam menjadi  manajer  inovasi agar setiap orang yang ada disekelilingnya dapat berkinerja dan apa menyelesaikan permasalahan yang ada.

Iklim kompetisi yang ditumbuhkan membuat organisasi baik itu organisasi publik seperti kementerian, perguruan tinggi maupun organisasi privat lainnya harus bisa  melakukan lompatan-lompatan kreatif, dengan melakukan satu kegiatan dengan banyak IKU yang terlampaui. Hal ini menjadikan setiap orang yang memiliki  passion memiliki kesempatan untuk ikut berperan aktif dalam mengembangkan institusinya. (Maryani FISIP UNS)