Temukan Relasi Pemanfaatan Teknologi dan Kemiskinan, Tim Riset UNS Selenggarakan Workshop Medsos & Kemiskinan di Kota Magelang

Temukan Relasi Pemanfaatan Teknologi dan Kemiskinan, Tim Riset UNS Selenggarakan Workshop Medsos & Kemiskinan di Kota Magelang

Tim Riset  UNS, dua diantaranya dari  FISIP UNS yaitu  Dr. Rutiana Dwi Wahyunengseh, M.Si ,  Sri Hastjarjo, S.Sos, Ph. D, dan Tri Muyaningsih menyelenggarakan workshop dengan tema Media Sosial dan Kemiskinan: Analisis Jaringan Sosial di Hotel Trio, Kota Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 27 Mei 2021. Workshop ini merupakan bagian dari Penelitian Terapan (PT) Th II Dana Kemenristek/BRIN Tahun Anggaran 2021, dengan skema penelitian  dengan sumber dana Kontrak Penelitian antara Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan dengan Unversitas Sebelas Maret Nomor: 11/EI/KPPTNBH/2021 dengan Surat Perjanjian Penugasan Pelaksanaann Penelitian PTNBH Dana Kementerian Ristek/BRIN TA 2021 Nomor: 221.1/UN27.22/HK.07.00/2021.

Workshop tersebut diagendakan sebanyak empat kali, yakni pada 27 Mei, 3 Juni, 10 Juni, dan 17 Juni. Peserta yang mengikuti acara dari Universitas Sebelas Maret itu terdiri atas berbagai kalangan, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Magelang hingga pegiat media sosial di Kota Magelang tersebut. Workshop ini bagian dari penelitian terapan yang dilakukan dosen Fakultasi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret.

Menurut Ketua Tim Peneliti, Dr. Rutiana Dwi Wahyunengseh, M.Si, penelitian ini membahas tentang tantangan pemanfaatan teknologi infomasi pada media sosial untuk isu penanggulangan kemiskinan dengan menggunakan kerangka Analisis Jaringan Sosial Analisis jaringan pemanfaatan media sosial dari perspektif kelompok miskin, yang  dipandang penting dan strategis, karena memberikan peta arus informasi dan preferensi keluarga miskin. Informasi ini penting untuk memberikan masukan bagi pemerintah daerah mengembangkan skema e-governance yang pro poor.

Lebih jauh Dr. Rutiana menyebutkan bahwa penelitian ini bertujan menemukan pola relasi antar aktor untuk memanfaatkan tehnologi informasi media sosial dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Hasil dari analisis jaringan ini akan direkomendasikan untuk membangun basis data yang menghubungkan kebutuhan kelompok miskin dengan urusan pemerintahan daerah terkait sebagai basis informasi pengambilan keputusan kebijakan.

Hasil penelitian yang dilakukan ini  juga akan mengisi gap teoritis dengan cara mempertanyakan ulang preposisi yang meyakini media sosial sebagai penguat modal sosial dan penyebar nilai demokras yang berdampak pada kesejahteraan mereka yang terlibat di dalamnya. Selain itu penelitian ini akan mendeteksi apakah teknologi informasi untuk jejaring sosial bermanfaat bagi kelompok miskin. Penelitian ini juga mengisi gap praktik, dimana akun resmi media sosial yang dimiliki pemerintah seperti facebook, tweeter, instagram, belum dimanfaatkan secara khusu untuk komunikasi, dan edukasi isu-isu kemiskinan. (Maryani FISIP UNS)