Ajang Silaturahmi Tahunan Dapat Jadi Momen Penting untuk Saling Memaafkan di Lingkungan Institusi

Ajang Silaturahmi Tahunan Dapat Jadi Momen Penting untuk Saling Memaafkan di Lingkungan Institusi

Kamis, 20 Mei 2021, pukul 10.30 -12.00 WIB, FISIP UNS menyelenggarakan  acara  Silaturahmi Tahunan FISIP UNS 1442 H dengan  tema  “Hikmah Silaturahmi dan Halal Bi Halal  di Lingkungan Kampus” , dimana di hari tersebut bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 20 Mei.

Walaupun dilaksanakan secara daring atau virtual , acara ini disambut baik oleh semua sivitas  FISIP UNS mulai dari Jajaran Dekanat, Senat akademik fakultas,  para guru besar, dosen, tenaga kependidikan, anggota Darma Wanita unit persatuan FISIP UNS dan para undangan. Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut Dr. H. Sholihan,  M.Ag, Dosen di Program  Pasca Sarjana UIN  Walisongo  Semarang.

Dalam sambutannya  Dekan FISIP UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si,   menyampaikan dengan momen lebaran atau idul fitri  diharapkan insan kampus khususnya FISIP UNS dapat kembali menjadi umat yang memiliki keshalehan sosial, selalu berbuat  kebaikan,  memiliki toleransi yang tinggi serta dapat saling  peduli satu dengan yang lainnya, apalagi di masa pandemic covid-19  ini, seperti saat ini.   Semua  masyarakat harus   memiliki  kearifan  dan  kreatifitas dalam memelihara harmoni di lingkungannya termasuk di lingkungan kampus.

Dalam tausiahnya Dr. Sholihan menyampaikan saling maaf-memaafkan pada saat Idul Fitri dan Halal bi Halal bukan berarti mengkhususkan maaf hanya pada momen itu saja karena saling memaafkan tidak memiliki batas waktu. Beliau menganalogikan  dalam keluarga,  kala ada anak atau keluarga yang melakukan kesalahan bila tidak dimaafkan maka mereka dianggap masih berdosa, maka agar menjadi baik maka kesalahan tersebut harus dimaafkan terlebih dahulu agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Beliau menambahkan untuk menjadi pribadi yang baik maka seseorang harus  memiliki sifat 3T yaitu Ta’afu, Tasfahu dan Taghfiru. Ta’afu atau bisa dan mau  memaafkan kesalahan orang lain, tasfahu memaafkan dan kemudian menjalin hubungan baik dan yang terakhir Taghfiru diartikan sebagai  menutup,  menyembunyikan atau  melupakan kesalahan orang lain.

Dalam kehidupan di kampus  hal ini perlu dilakukan, karena dalam pergaulan antar sesama warga kampus pasti ada hal yang kurang pas, sehingga proses memaafkan, bertemu dan yang terpenting adalah saling melupakan kesalahan sangat penting sebagaimana yang dikrarkan dalam ikrar idul fitri sebelumnya. Meminta maaf itu mudah tapi memaafkan itu sangat berat tapi ini harus dilakukan, semakin dia mau memaafkan orang lain semakin tentram orang tersebut menjalani kehidupannya. Walaupun ada anggapan dimasyarakat yang belum tentu benar  bahwa  memaafkan itu diangap orang yang lemah. (Maryani FISIP UNS)