Tindaklanjuti Kerjasama,  FISIP UNS Selenggarakan Webinar dengan Kemenko Marves

Tindaklanjuti Kerjasama,  FISIP UNS Selenggarakan Webinar dengan Kemenko Marves

Sebagai  bentuk tindak lanjut dari kerjasama (MOU) antara Universitas Sebelas Maret (UNS)  dan Kementerian Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Republik Indonesia, dan diimplementasi Perjanjian kerjasama antara FISIP UNS dengan Deputi 1 Kemenko Maves, Senin, 3 Mei 2021, Prodi Hubungan Internasional FISIP UNS  melaksanakan Webinar dengan tema “Quo Vadis Kedaulatan Maritim Indonesia”  secara daring mulai pukul 13.00-15.30 WIB dengan narasumber Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Basilio Dias Araujo, S.S., M.A dan Kaprodi Hubungan Internasional FISIP UNS Drs. Ign Agung Satyawan, SE, S.I.Kom,M.Si, Ph.D dandimoderatori oleh Randi Satria, S.IP,MA.

Webinar  dibuka oleh Dekan FISIP UNS, Prof Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni,M.Si, diikuti lebih dari 100 peserta baik dari kalangan akademi maupun mahasiswa. Dalam sambutannya Prof Ismi menyampaikan  acara  ini dapat dijadikan sebagai media sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kedaulatan maritim Indonesia mengingat Indonesia adalah  negara yang  memiliki wilayah laut yang luas sehingga diperlukan  optimalisasi dalam penjagaan serta pemaksimalan potensi sumber daya yang ada.

Dalam paparannya  Basilio Dias Araujo, S.S., M.A menyatakan bahwa kedaulatan maritim Indonesia sangat penting dalam perwujudan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Maka dari itu harus ditopang lima pilar kebijakan utama yaitu  memastikan integritas wilayah dan memperluas wilayah yuridiksinya, menjaga pertahanan dan keamanan, memastikan keselamatan, menggunakan hak secara bertanggung jawab, dan menegaskan leadership Indonesia. Kemenko Marves sebagai koordinator dan akselerator program melakukan penguatan Indonesia Maritime Information Center untuk meningkatkan sinkronisasi dan sinergi keamanan di laut.

Sedangkan  Drs. Ign. Agung Satyawan, Ph.D. mengingatkan banyak cara yang dapat dilakukan bangsa Indonesia dalam memperkuat kedaulatannya, diantaranya dengan meningkatkan diplomasi dalam penyelesaian sengketa perbatasan, mempertahankan integritas teritorial melalui social welfate di wilayah terpencil dan pulau-pulau terluar, menjamin keamanan  sumber daya terutama di ZEE, meningkatkan diplomasi pertahanan, mereduksi persaingan negara-negara besar, dengan tetap mengedepankan penyelesaian masalah secara damai. (Maryani FISIP UNS)