Pengenalan Kampus dan Uji Coba Kuliah Luring FISIP UNS

Pengenalan Kampus dan Uji Coba Kuliah Luring FISIP UNS

Beberapa perguruan tinggi negeri (PTN)  di Indonesia  menyikapi ‘lampu hijau’ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  dengan cara yang berbeda. Ada yang sudah memperbolehkan kuliah tatap muka dengan syarat tertentu,  namun ada yang masih menunda pelaksanaan  perkuliahan tatap muka.  Dan Universitas Sebelas Maret (UNS), sudah mencoba menggelar kuliah tatap muka mulai Rabu, 7 April 2020, dengan  memberikan syarat tertentu, diantaranya adalah para dosen atau  tenaga pendidiknya sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19  serta dengan menggunakan   metode pembelajaran tatap muka (PTM)  dengan  menerapkan protokol kesehatan yang ketat  3M mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Ketatnya penerapan protokol covid-a19 ini dimaksudkan  agar rencana kegiatan perkuliahan  tatap muka yang dilakukan nantinya,   tidak menjadi klaster baru penularan covid-19. Mengutip laman bbc.com, sampai Selasa, 6 April 2021, kasus virus corona di Indonesia tercatat mengalami peningkatan, baik dari jumlah kasus, sembuh, maupun yang meninggal dunia.

Senin, 12 April 2021  FISIP UNS mendapat kesempatan untuk melakukan kegiatan Pengenalan Kampus dan Uji Coba Kuliah Luring FISIP UNS, dilaksanakan mulai pukul 09.00-12.30 WIB,  di  Aula, Gedung 1 Lantai 2 FISIP UNS,   dihadiri oleh Wakil Rektor  Riset dan Inovasi Prof. Dr. Kuncoro Diharjo,S.T, M.T., Jajaran Dekanat FISIP UNS, Kepala Program Studi, Koordinator dan Sub Koordinator  serta 42 mahasiswa semester 2 atau   angkatan 2020 FISIP UNS yang berdomisili di Kota Solo.

Acara dibuka oleh Dekan FISIP UNS Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si yang memaparkan tentang kebijakan UNS dalam masa covid-19, kontrak kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  dengan Rektor, hingga kontrak kinerja Dekan hingga Kepala Program Studi yang tercantum dalam Indek kinerja utama institusi.

Sedangkan Wakil Rektor Riset dan Inovasi Prof. Dr. Kuncoro Diharjo,S.T, M.T, saat memberikan motivasi bagi para mahasiswa menyebutkan bahwa kunci kesuksesan meliputi sukses akademik yang ditunjukkan lewat indeks prestasi akademik (IPK), dan   masa  studi yang pendek jangan dibalik karena akan membantuk instusi UNS  sendiri. Kesuksesan yang kedua dapat dilakukan melalui jalur prestasi non akademik.

Terkait dengan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Universitas Sebelam Maret (UNS), Dra. Prahastiwi Utari,M.Si Ph.D  Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Kemahasiswaan menyampaikan  berkomitmen UNS untuk  menyediakan dan menfasilitasi semua Program MB-KM sebagaimana yang diamanatkan Permendikbud RI No. 3 Tahun 2020. Ada Sembilan Program MB-KM yang dikembangkan di UNS yaitu (1) Pertukaran Mahasiswa, (2) Praktik Kerja Profesi, (3) Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan, (4) Penelitian/Riset, (5) Proyek Kemanusiaan (6) Kegiatan Wirausaha, (7) Studi/Proyek Independen, (8) Proyek/Membangun Desa, dan (9) Pelatihan Bela Negara. Selain itu dikembangkan pula  mekanisme rekognisi dan kegiatan penjaminan mutu Program MB-KM yang menjadi bagian dari sistem penjaminan mutu internal di UNS. Dan proses penjaminan mutu internal dilakukan melalui pemantauan dan evaluasi serta audit secara periodik dan berkelanjutan yang dilakukan oleh Program Studi, UPPS, dan LPPMP. (Maryani FISIP UNS)