Latih Menulis di Media Massa, BEM FISIP Selenggarakan Webinar

Latih Menulis di Media Massa, BEM FISIP Selenggarakan Webinar


Dalam proses pembelajaran mahasiswa harus memiliki softskill salah satu bidang jurnalistik atau kemampuan menulis. Melihat pentingnya kemampuan tersebut,  Senin, 5 Oktober 2020,  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS) menyelenggarakan  webinar Kelas Kepenulisan x Berisik Batch  Webinar ini mengundang Ginanjar Dwi Cahyanto, mahasiwa dari Fakultas Pertanian UNS, sebagai pembicara.

Acara webinar sendiri  diselenggarakan melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan secara live stream melalui kanal Youtube BEM FISIP UNS. Meskipun digelar secara daring, sebanyak 182 peserta webinar tetap antusias mengikuti webinar. Peserta webinar berasal dari berbagai instansi dan daerah baik di lingkup UNS maupun luar UNS.

Menurut Ajeng selaku ketua pelaksana, tema ini dipilih berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh panitia sebelumnya, yang kemudian diputuskan terkait tema yang  diangkat dalam webinar yaitu  “Kepenulisan Media Massa Sebagai Wujud Kreativitas Serta Pemikiran Kritis Mahasiswa dalam Mimbar Bebas Akademik”. Dari hasil survei yang dilakukan, menunjukkan bahwa ternyata, banyak mahasiswa yag tertarik dengan tema tersebut. Tema tersebut juga dipilih karena mahasiswa memiliki banyak ide atau gagasan yang ingin disampaikan, salah satunya melalui wadah media massa. Lebih jauh Ajeng menyampaikan bahwa menulis merupakan wujud kebebasan mahasiswa khususnya dalam beropini. Maka, diperlukan kemampuan khusus agar pesan dalam opini tersebut dapat dipahami oleh pembaca dengan baik.

Dalam paparannya  Ginanjar Dwi Cahyanto menyampaikan   mahasiswa memiliki status  istimewa.  Saat mereka melakukan aktifitasnya bila  kurang benar atau salah, tindakkannya masih dimaklumi. Namun saat mereka sudah lulus maka status dan perlakuan yang akan diterima akan berbeda.  Untuk itu Ginanjar berharap setiap mahasiswa harus mampu  memanfaatkan momen yang diistilahkan sebagai kawah Candradimuka tersebut    sebagai upaya dalam  mengasah kemampuan terutama bidang menulis dengan memanfaatkan media-media yang dimiliki sebagai media abadi yang yang akan dikenang selamanya.

Lebih lanjut Ginanjar berpesan  maksimalkan opini atau aspirasi melalui kemampuan menulis yang dimiliki  secara obyektif dan berikan kemanfaatan seluas-luasnya  pada orang lain yang membutuhkan melalui karya nyata.  (Maryani FISIP UNS)