Workshop Penyusunan RPS Berbasis Revolusi Industri 4.0 Prodi D3 Vokasi MA FISIP UNS

Kamis, 8 Agustus 2019 telah dilaksanakan Workshop  Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Industri 4.0 Program Studi D3 Vokasi Manajemen Administrasi (Prodi D3 MA) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS. Workshop ini dilangsungkan di Hotel UNS Inn mulai pukul 09.00-14.30 WIB.dan diikuti oleh semua dosen dari Prodi D3  MA FISIP UNS dan dihadiri oleh Direktur Vokasi UNS  Drs. Santosa  Tri  Hananto, M.Si, Ak dengan narasumber  Anjar Sri Ciptorukmi, SH, M.Hum dari LPPMP UNS.

Dalam sambutannya Kepala Prodi D3 Vokasi Manajemen Administrasi, Irsyadul Ibad, S.AB, M.Ed, M.Si  sesuai dengan visi dan misi Prodi D3 MA telah menargetkan  bahwa demi keunggulan Prodi D3 MA telah menggunakan  kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang  disesuaikan dengan kebutuhan dunia Industri. Selain itu para  lulusannya tidak hanya  mampu mengelola administrasi perkantoran saja tetapi juga administrasi eksport impor dalam rangka menyongsong era perdagangan bebas.

Para lulusan juga tidak hanya dipersiapkan terampil dalam menggunakan teknologi  informasi saja  melainkan  juga mampu mengolah  dan mengelola data serta arsip baik secara manual maupun elektronik. Untuk itu  dengan  penyusunan RPS Prodi D3 Vokasi MA   selain digunakan sebagai penjaminan mutu program studi dalam mencapai profil lulusan sesuai dengan yang diharapkan, dengan RPS ini akan ditetapkan dan dikembangkan oleh dosen di Prodi  D3 MA  secara mandiri dan atau  bersama dalam kelompok keahlian dalam Prodi  D3 MA ini nantinya.

Drs. Santosa Tri Hananto, M.Si, Ak selaku  Direktur Vokasi UNS, berharap  selain penyesuaian kurikulum program studi, juga menginginkan adanya  RPS magang industri, yang digunakan sebagai acuan magang industri  berlandaskan pada metode  pembelajaran 30 % teori dan 70% praktikum.Beliau menambahkan bahwa dsain kurikulum dan RPS juga mengakomodasi desain ideal berdasarkan regulasi yang ada sehingga pembelajaran deprogram vokasi diharapakan mampu mencakup aspek perencanaan, penjaminan mutu, program industri dan pengabdian masyarakat  serta publikasi dan hilirisasi   kegiatan.

Sedangkan Anjar Sri Ciptorukmi, SH, M.Hum selaku narasumber menyampaikan kurikulum  diera revolusi industry 4.0  harus memenuhi syarat  literasi baru yang menyangkut literasi data, literasi teknologi serta literasi manusia,  peningkatan kegiatan ekstra kurikuler dan kerjasama guna pengembangan  kepemimpinan dan pekerjaan dalam sebuah tim serta meningkatkan jiwa entrepreneurship dan interpreneurship melalui bauran pembelajaran (blended leraning) agar tercapai  life long learning. (Maryani FISIP UNS)

 

print