Untuk dapat memenuhi kualifikasi Sarjana Sosiologi dipersyaratkan telah memiliki 146 SKS (Sistem Kredit Semester) yang terdiri dari 140 SKS dalam bentuk mata kuliah wajib dan 6 SKS dalam bentuk mata kuliah pilihan. Perkuliahan diberikan dalam bentuk tatap muka di kelas, praktek laboratorium yang terkait dengan mata kuliah, dan praktek lapangan dengan sebutan Kuliah Magang Mahasiswa Sosiologi (KMMS).

Kerjasama

Pemkot Surakarta, KPU Karanganyar, KPU Sukoharjo, KPU Boyolali, PTN, Kuliah Tamu dari UIN, Kuliah Tamu dari Unsoed, Kunjungan Tamu dari Universitas Maritim Raja Ali Haji, Kunjungan Tamu dari Universitas Trunojoyo Madura, dan seluruh program studi Sosiologi se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI), Kuliah Tamu dari Warren Wilson College, Asheville, NC, USA, Visiting Lecturers di  Warren Wilson College, Asheville, NC, USA, TATV, dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Sosiologi.

Lapangan Kerja

Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Univesitas Sebelas Maret profil  lulusan sarjananya diharapkan mempunyai empat kompetensi lulusan sebagai berikut:

  1. Peneliti Sosial    (Social  Researcher)
  2. Perencana Pembangunan Masyarakat dan Konsultan Pembangunan Sosial (Societal Development Planner and Social Development Consultant)
  3. Analis Pembangunan Komunitas (Community Development Analyst)
  4. Analis Permasalahan Sosial (Social Problem Analyst)

Sebagai seorang Perencana Pembangunan Masyarakat dan Konsultan sosial (Societal Development Planner and Social Development Consultant), maka seorang sarjana Sosiologi diharapkan mampu:

  1. Membuat perencanaan yang matang dalam suatu proyek yang melibatkan berbagai pihak di masyarakat;
  2. Membangun jejaring kerja (networking) dengan berbagai pihak untuk melaksanakan program yang direncanakan; dan
  3. Memutuskan serta mencarikan jalan keluar atas berbagai masalah sosial, berdasarkan kepekaan dan pengetahuan sosiologisnya yang didukung oleh informasi dan data yang akurat.

Sebagai seorang Analis Pembangunan Komunitas (Community Development Analyst), seorang sarjana Sosiologi diharapkan mampu:

  1. Membuat analisa yang matang dalam suatu proyek pembangunan masyarakat;
  2. Memutuskan serta mencarikan jalan keluar atas berbagai masalah sosial terkait pembangunan masyarakat, berdasarkan prinsip-prinsip dasar ilmu pengetahuan sosiologi.

Sebagai seorang Analis Permasalahan Sosial (Social Problem Analyst),  seorang sarjana Sosiologi diharapkan mampu:

  1. Membuat analisa yang matang terkait permasalahan sosial yang ada di masyarakat;
  2. Memutuskan serta mencarikan jalan keluar atas berbagai masalah sosial yang ada di masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip dasar ilmu pengetahuan sosiologi.

Lapangan Kerja dapat dalam wujud sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) seperti Dosen, atau Birokrat, Karyawan Swasta, Peneliti, Wiraswastawan, dan Pendampingan Masyarakat.

Kompetensi Lulusan

Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Univesitas Sebelas Maret profil  lulusan sarjananya diharapkan mempunyai empat kompetensi lulusan sebagai berikut:

  1. Peneliti Sosial    (Social  Researcher)
  2. Perencana Pembangunan Masyarakat dan Konsultan Pembangunan Sosial (Societal Development Planner and Social Development Consultant)
  3. Analis Pembangunan Komunitas (Community Development Analyst)
  4. Analis Permasalahan Sosial (Social Problem Analyst)

Untuk dapat mempunyai kompetensi di atas maka mahasiswa harus menguasai teori-teori sosiologi, metodologi sosiologi yang diajarkan di kelas, lab sosio, dan praktek magang di instansi pemerintah ataupun swasta.

print