Siapkan Tantangan Administrasi Publik Di Era Transformasi Digital dan  Global, Prodi Ilmu Administrasi Negara Selenggarakan  Kuliah Pakar

Rabu, 12  Desember 2018, di Ruang Seminar  di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik  (FISIP)  UNS telah diselenggarakan Kuliah Pakar dengan narasumber Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag, Rer Publ (Guru Besar Administrasi Negara dan Dekan Fakultas Ilmu Administrasi  (FIA)  Universitas Indonesia  sekaligus menjabat sebagai Ketua Tim Independen Reformasi Birokrasi Nasional (TIRBN).Kuliah pakar ini diikuti lebih dari 110 mahasiswa dengan beberapa dosen pengampu mata kuliah di prodi Ilmu Administrasi Negara.

Dalam sambutannya Dr. Kristina Setyowati, M.Si  menyampaikan bahwa   perkembangan administrasi public saat ini menuntut dosen dan mahasiswa mampu  dan mau menambah pengetahuan dan  wawasannya terkait tantangan dan perkembangan ilmu Administrasi negara/ publik  di era global.  Banyak fenomena administrasi publik harus dapat dikaji dan dicermati bersama menjadi sebuah pembelajaran ilmiah  sehingga dapat meningkatkan pemahaman terkait kebijakan dan manajemen publik yang sesuai dengan bidang keilmuan administrasi negara/publik itu sendiri.

Menyambut tantangan administrasi publik dalam transformasi digital dan era globalisasi  ini, Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag, Rer.  Publ. mengutip beberapa buku  dan menyatakan bahwa beberapa  variabel  utama masa depan pemerintahan  terjadi  karena adanya disrupsi di semua sektor kehidupan, menguatnya articial inteligence, penggunaan big data, interaksi dan pelayanan online yang  menyangkut  kecepatan perubahan harapan dan tuntutan di masyarakat.

Prof.  Eko Prasojo menambahkan wawasan pada para peserta bahwa  kemakmuran suatu Negara tidak sama antara satu Negara dengan Negara lain. Beliau menjabarkan bahwa kemakmuran suatu Negara  tergantung pada beberapa faktor  diantaranya adalah  kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia, kekuatan sistem  dan kekuatan nilai budaya yang dianut.

Dan di Indonesia sendiri  nantinya, tantangan  yang dihadapi oleh Negara ke depan terkait  peranan  Negara menjadi semakin kecil hal ini disebabkan karena masalah pembangunan yang lebih komplek, keterbatasan sumber daya, meningkatnya biaya pemerintahan, adanya sikap kritis di masyarakat serta tingginya  harapan masyarakat, dan adanya pemerintahan tanpa batas (globalisasi) serta keterlibatan sektor swasta yang lebih besar akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. (Maryani FISIP UNS)

print