Sharing tentang Gastrodiplomacy, Empat  Dosen Universitas Negeri Jember Berkunjung ke Prodi HI FISIP UNS

suasana diskusi dan sharing gastrodiplomasi dosen Universitas Jember dan Prodi HI FISIP UNS

Kebudayaan dapat menjadi sarana diplomasi dalam mencapai tujuan politis dan promosi negara di dunia internasional. Hal ini salah satunya disebabkan karena adanya hubungan antar individu yang  semakin  melewati batas negara di belahan dunia manapun dan tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Diplomasi kebudayaan bertujuan untuk  mempengaruhi pendapat masyarakat  secara luas guna mencapai kepentingan nasional dan internasional baik melalui ragam kebudayaan, lokasi  maupun  keragaman jenis makanan khas yang dimiliki.  Dan untuk saat ini keragaman makanan khas ini menjadi nilai unggul suatu negara dibandingkan dengan  negara lainnya.

Indonesia termasuk salah satu negara yang saat ini sedang giat dalam mengelola aset kuliner untuk diperkenalkan kepada masyarakat dunia melalui program gastrodiplomacy. Salah satu dosen di FISIP UNS telah membuat rintisan riset terkait gastrodiplomacy  beberapa waktu dahulu. Hal ini mendorong empat   dosen  sekaligus peneliti dari Universitas Jember Jawa Timur berkunjung dan mencoba melakukan penggalian data untuk menunjang penelitian  dengan judul “Identifikasi dan Rekonstruksi Gastodiplomacy di Indonesia” mulai tanggal 10-18 Juli 2019 di  dua Universitas di Kota Solo yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS  dan Universitas Gajah Mada  (UGM) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Drs. Ign. Agung Satyawan saat memberikan sambutan kepada dosen dan peneliti dari Universitas Jember dalam diskusi tentang gastrodiplomacy di Ruang Sidang 1 FISIP UNS

Keempat dosen tersebut adalah Drs. Abubakar Eby Hara,MA, Ph.D; Drs.  Himawan Bayu Patriadi, MA, Ph.D;   Agus Trihartono, S.Sos,M.A, Ph.D; Nino Viartasiwi, S.Sos,MA, Ph.D. Pertemuan telah dilaksanakan pada Kamis, 11 Juli 2019 di Ruang Sidang 1 Gedung 4 lantai 2 FISIP UNS. Hadir memberikan sambutan Kepala Prodi S1 Hubungan Internasional Drs. Ign,. Agung Satyawan, S.E,S.I.Kom, M.Si, Ph.D beserta beberapa dosen muda dan Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA yang telah melakukan diplomasi kebudayaan  dibeberapa negara di Eropa dan Jepang.

Dalam paparannya Prof. Andrik menyampaikan beberapa pengalaman beliau saat mengunjungi negara-negara Eropa  dan Jepang dengan  mengenalkan keunikan bangsa Indonesia melalui wayang dan kuliner Indonesia seperti  bakso, nasi goreng ,  gado-gado dan sebagainya.  Dengan kekayaan kuliner ini beliau menyampaikan dengan kekayaan ragam budaya dan jenis kuliner di Indonesia  bisa berperan secara nyata dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia  melalui kuliner khas nusantara sebagai alat diplomasi yaitu diplomasi melalui makanan  atau biasa dikenal dengan  gastrodiplomacy. (Maryani FISIP UNS)

print