Seminar dan Workshop Pandu Digital dalam Rangkaian FIRAL 2019

Fakultas ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS) bekerjasama dengan Kementerian Kominfo  Republik Indonesia menyelenggarakan  Seminar dan Workshop Pandu Digital dalam Rangkaian Festival Literasi Digital atau disingkat FIRAL 2019.  Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 26 Maret 2019 bertempat di aula FISIP UNS gedung 1 lantai 2 mulai pukul 08.00-16.00 WIB.  Tak kurang dari 250 peserta mengikuti acara tersebut. Hadir sebagai narasumber  Harry Hartono, Kasubdit Pemberdayaan Kapasitas TIK , Direktorat Pemberdayaan Informatika dan  Bambang Tri Santoso, Kasubdit  Pemberdayaan Komunitas TIK Direktorat  Kasubdit Pemberdayaan dan  Informatika .

Seminar dan Workshop Pandu Digital dalam Rangkaian FIRAL 2019 ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Drs. Sudarmo,MA, Ph.D  sebelumnya telah dilakukan  pelantikan Relawan TIK di Soloraya.

Harry  Hartono dalam paparan menyampaikan materi tentang Seleksi Nasional Produk tik “identik” 2019.  Seleksi Nasional Produk TIK, merupakan sarana dan sekaligus wadah ajang kompetisi untuk mengidentifikasi dan kurasi produk-produk TIK karya putra-putri bangsa yang kreatif dan berpotensi yang nantinya diharapkan dapat menjadi wakil Indonesia dalam ajang internasional, khususnya pada kegiatan ASEAN ICT Award (AICTA) 2019. AICTA bertujuan memperkaya produk dan karya TIK Nasional sehingga memiliki daya saing serta dapat berpartisipasi di kancah internasional, mencari produk dan layanan TIK Indonesia berdasarkan kategori yang ditetapkan serta mempromosikan produk dan layanan TIK ke tingkat regional ASEAN melalui ajang ASEAN ICT Awards.

Program dan proyek prestisius ini  merupakan suatu program yang telah disetujui oleh menteri-menteri telekomunikasi negara ASEAN sehingga bisa menjadi tolak ukur kesuksesan dalam hal inovasi dan kreativitas. Seleksi Nasional “idenTIK  sendiri terdiri dari Start-Up Company (STC), Digital Content (DLC), Corporate Social Responsibility (CSR), Private Sector (PRV), Public Sector (PUB), Research and Development (RND).

Sedangkan  Bambang Tri Santoso, banyak menyoroti tentang  bagaimana peran mahasiswa sebagai pandu digital. Kementerian Kominfo RI bersama para stakeholder sedang membangun Palapa Ring sebagai tulang punggung ekonomi digital Indonesia yang menghubungkan 514 Kabupaten/Kota di Indonesia dengan menyediakan akses Internet berkecepatan tinggi kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat semakin kreatif dan produktif dengan memanfaatkan Internet. Palapa Ring  menyatukan Indonesia 400 Kabupaten/Kota lebih dijangkau jaringan serat optic dan target 2019 seluruh kabupaten/kota terhubung  jaringan serat optic. Beliau juga menyampaikan bahwa diera post-truth yaitu sebuah kondisi di mana fakta tidak terlalu berpengaruh dalam membentuk opini publik dibanding emosi dan keyakinan personal. Kondisi inilah yang menyebabkan munculnya hoax sehingga   diperlukan upaya pencegahan yang bisa berupa literasi digital  berupa edukasi, pemberian wawasan kepada masyarakat terkait pemanfaatan Internet serta klarifikasi media sosialisasi & klarifikasi pada sebuah isu di masyarakat  stophoax.id. Selain upaya pencegahan juga diperlukan  tindakan tegas yang berupa pemblokiran  atau penutupan website penyebaran hoax dan ujaran kebencian  dan bila perlu dilakukan tindakan hukum bekerjasama dengan Kepolisian. (Maryani FISIP UNS)

 

 

 

print