Program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka

Perkembangan teknologi Informasi yang cepat seiring dengan perkembangan jaman membawa perubahan tatanan kehidupan baik secara sosial, budaya, terutama dunia kerja. Perguruan tinggi sebagai penghasil SDM berkualitas dituntut untuk menyiapkan kompetensi mahasiswa yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan zaman. Konsep Link and match dengan dunia industri dan dunia kerja menjadi kata kunci dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran. Pendidikan tinggi dituntut melakukan transformasi dalam  pembelajaran agar dapat menghasilkan lulusan yang renponsif terhadap tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk disiapkan menjadi pembelajar sejati yang terampil, lentur dan ulet (agile learner), menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. MB-KM sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi terutama pada Pasal 18  yang menyebutkan bahwa pemenuhan masa dan beban belajar bagi mahasiswa program sarjana atau sarjana terapan dapat dilaksanakan: 1) mengikuti seluruh proses pembelajaran dalam program studi pada perguruan tinggi sesuai masa dan beban belajar; dan 2) mengikuti proses pembelajaran di dalam program studi untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar dan sisanya mengikuti proses pembelajaran di luar program studi.

Melalui Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, mahasiswa memiliki kesempatan untuk 1 (satu) semester atau setara dengan 20 (dua puluh) sks menempuh pembelajaran di luar program studi pada Perguruan Tinggi yang sama; dan paling lama 2 (dua) semester atau setara dengan 40 (empat puluh) sks menempuh pembelajaran pada program studi yang sama di Perguruan Tinggi yang berbeda, pembelajaran pada program studi yang berbeda di Perguruan Tinggi yang berbeda; dan/atau pembelajaran di luar Perguruan Tinggi

Merdeka Belajar-Kampus Merdeka : Komitmen UNS

Universitas Sebelam Maret (UNS) berkomitmen menyediakan dan menfasilitasi semua Program MB-KM sebagaimana yang diamanatkan Permendikbud RI No. 3 Tahun 2020 maupun yang dijelaskan dalam Buku Panduan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang diterbitkan Kemendikbud. Melalui Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (LPPMP – UNS) diterbitkan Buku Panduan Pelaksanaan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka agar dapat digunakan oleh Program Studi, Fakultas, dan Sekolah Vokasi di lingkungan Universitas Sebelas Maret dalam mendesain dan mengimplementaikan program MB-KM.

Ada Sembilan Program MB-KM yang dikembangkan di UNS yaitu (1) Pertukaran Mahasiswa, (2) Praktik Kerja Profesi, (3) Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan, (4) Penelitian/Riset, (5) Proyek Kemanusiaan (6) Kegiatan Wirausaha, (7) Studi/Proyek Independen, (8) Proyek/Membangun Desa, dan (9) Pelatihan Bela Negara. Dikembangkan juga mekanisme rekognisi dan kegiatan penjaminan mutu Program MB-KM yang menjadi bagian dari sistem penjaminan mutu internal di UNS. Penjaminan mutu internal dilakukan melalui pemantauan dan evaluasi serta audit secara periodik dan berkelanjutan yang dilakukan oleh Program Studi, UPPS, dan LPPMP.

Implikasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka di FISIP UNS.

    Sejalan dengan peningkatan status Universitas Sebelas Maret menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH), kontrak kinerja Universitas Sebelas Maret dengan Kementrian Pendidikan mengacu pada  Permendikbud NO:754 /P/2O2O tentang  Indikator Kinerja Utama perguruan Tinggi Negeri dan Layanan Pendidikan Tinggi di Lingkungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020,  ada delapan (8) Indeks Kinerja Utama (IKU) yang harus dicapai antara lain:

    • IKU 1: Lulusan Mendapatkan Pekerjaan yang layak, dengan indikator: Bekerja, berwiraswasta dan studi lanjut.
    •  IKU 2: Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, dengan indikator: melakukan kegiatan diluar kampus 20 sks, dan berprestasi nasional.
    • IKU 3: Dosen Berkegiatan di luar kampus, berkegiatan tridarma di kampus QS100 berdasarkan ilmu. Kegiatan kerja sebagai praktisi di dunia industri dan membimbing prestasi mahasiswa.
    • IKU 4: Persentase dosen tetap berkualifikasi S3 , memiliki sertifikasi kompetensi/profesi yang diakui oleh industri atau dunia kerja, atau berasal dari kalangan praktisi peofesional, dunia industri dan dunia kerja.
    • IKU 5: Hasil kerja Dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi internasional, dengan indikator kinerja Jumlah luaran penelitian dan pengabdian masyarakat Dosen di satu perguruan tinggi setiap tahunnya, dan hasil kerja dosen yang mendapat pengakuan masyarakat.
    • IKU 6: Program studi bekerjasama dengan Mitra
    • IKU 7: Kelas yang kolaboratif dan partisipatif, dengan indikator prosentase mata kuliah yang memnggunakan pembelajaran pemecahan kasus dan berbasis projek
    • IKU 8: Program studi berstandar internasional, dengan indikator prosentase program studi yang memiliki akreditasi internasional.

 

Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka menjadi bagian pencapaian IKU 2 dari Indeks Kinerja pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Pencapaian IKU 2 dilakukan dengan pembagian jumlah mahasiswa untuk mengikuti kegiatan Merdeka belajar pada masing masing Program Studi, baik Merdeka Belajar yang dibentuk dengan pertukaran mahasiswa antar Prodi , atau juga melalui kegiatan Merdeka belajar Permata Merdeka dan program sasrabahu.