Prodi HI FISIP UNS Ajarkan Menjadi Sarjana Ingkang Sujana, Lewat Etika Jamuan Makan

Setiap  tempat didunia ini  akan memiliki keunikan saat berada dalam  jamuan makan. Hanya saja dalam kondisi yang bersifat global ada sedikit aturan yang mengatur  seseorang saat mengikuti jamuan makan. Hal ini bahkan sudah menjadi standar internasional dan dikenal sebagai etiket table manner.  Sebagai salah satu program studi yang mempersiapkan para lulusannya menjadi seorang diplomat dan teknokrat yang mendunia, Prodi Hubungan Internasional mempersiapkan para mahasiswanya memahami pentingnya mengenal etika saat mengikuti table manner atau jamuan makan yang berstandar internasional. Karena terkadang kesepakatan dalam diplomasi antar pihak terjadi saat dilakukan jamuan makan.

Pembelajaran jamuan makan dengan tema Table Manner Sarjana Ingkang Sujana dengan simbol logo Pangeran Arjuna, dilaksanakan Sabtu, 12 Oktober 2019 di Hotel UNS Inn Solo, mulai pukul 19.00-21.30 WIB.  Simulasi Table Manner ini dikhususkan untuk  mahasiswa baru angkatan 2019 sebanyak 70 orang mahasiswa didampingi oleh Tim dosen Prodi Hubungan Internasional. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Dekan FISIP UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si.

Menurut Kepala Prodi Hubungan Internasional, Drs. Ign. Agung Satyawan,SE,S.I.Kom,M.Si,Ph.D pemilihan tema sarjana ingkang sujana memiliki filosofi mendalam dimana sarjana diibaratkan sebagai orang yang pandai, cerdik dan intelektualitas yang tinggi, sedangkan  sujana diartikan sebagai orang yang  memiliki adab dan menjunjung peradaban yang baik. Dari definisi ini bila digabungkan bahwa sarjana ingkang sujana adalah seseorang yang memiliki keseimbangan antara  kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan intelektual yang bisa menjadi kunci sukses  seseorang serta dapat  menunjukkan kedewasaan dalam berpikir dan bertindak  saat menghadapi permasalahan guna mendapatkan  solusi yang terbaik. Karena etika tata cara makan  terkadang dapat menunjukkan peradaban suatu bangsa yang memiliki rasa sopan santun yang tinggi. (Maryani FISIP UNS) (foto : Prodi HI)

print