Perdalam Metode Penelitian Campuran (mixed methods), Program  Magister dan Program  Doktor Ilmu Komunikasi FISIP UNS  Undang Dua  Narasumber dari Malaysia.

Seiring dengan berkembangnya penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam ilmu-ilmu sosial yang begitu kompleks, penelitian dengan mixed method atau penelitian dengan memanfaatkan  kombinasi dua metode kualitatif dan kuantitatif banyak dilakukan. Salah satu penyebabnya adalah adanya  kenyataan bahwa metodologi penelitian akan  terus berevolusi dan berkembang sehingga penggunaan mixed method untuk menjawab permasalah penelitian banyak dilakukan secara bersamaan dengan asumsi  bila hanya menerapkan  satu metode saja belum cukup memadai untuk menjabarkan kompleksitas permasalahan yang ada.

Menjawab tantangan diatas, serta sebagai bahan pembelajaran lanjutan Program  Magister S2 dan Program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi FISIP UNS menyelenggarakan Kuliah Pakar Internasional dengan tema “Designing a Mixed Methods Approach in Communication Research” dengan narasumber Dr. Bahtiar Mohammad dari Universiti Utara Malaysia dan Dr. Mohd Nor Shahizan Ali  dari Universiti Kebangsaan Malaysia,  di Aula FISIP UNS pukul 12.30-15.00 WIB diikuti oleh mahasiswa dari Prodi Ilmu Komunikasi baik S1, Magister maupun Doktor.

Dr Shahizan Ali dalam paparan singkatnya menyampaikan bahwa rancangan penelitian metode penelitian  campuran (mixed methods) merupakan  suatu prosedur untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mencampur  metode kuantitatif dan kualitatif dalam suatu penelitian  untuk memahami dan memecahkan sesuatu yang dianggap sebagai masalah yang ingin dipecahkan,  dengan berpijak pada manfaat penelitian yang dilakukan. Hal ini terkait dengan kontribusi apa yang ingin diberikan oleh peneliti terhadap teori, kualitas akademik menyangkut  standarisasi dan original karya ilmiah, pemahaman terhadap pengetahuan itu sendiri, kondisi di lapangan dan implikasi dari riset.

Sedangkan Dr. Bahtiar Mohammad  menekankan  bahwa sebenarnya metode penelitian yang digunakan dalam sebuah riset bisa menggunakan pendekatan apapun, adapun bila penelitian dilakukan dengan menggunakan mixed methods  pada dasarnya hanya menggunakan dominasi metode penelitian tertentu saja, kualitatif atau kuantitatif saja  dan lain  hanya sebagai pelengkap data penelitian yang dilakukan. Lebih jauh beliau menyampaikan dengan penggunaan dua metode penelitian maka dalam  pelaksanaan riset  biasanya membutuhkan waktu lebih  banyak,  membutuhkan pengumpulan data lebih komplit dan diperlukan analisis data yang  ekstensif.

Dalam sambutan pembukaan,  Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP UNS  Drs. Sudarmo,MA, Ph.D menyampaikan terkait tema yang diangkat,  permasalahan penelitian adalah salah satu wujud dari perkembangan  pengetahuan  yang memanfaatkan kekuatan metode penelitian kualitatif maupun  kuantitatif sekaligus. Hal ini diperkuat dengan perkembangan multi disiplin ilmu saling berkaitan sehingga  mempengaruhi penelitian dalam satu permasalahan yang sama yang dipecahkan dengan menggunakan pendekatan yang berbeda  yang pada akhirnya banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kombinasi penelitian kualitatif dan kuantitatif ini dibandingkan jika   hanya menerapkan salah satu metode penelitian  secara terpisah. Disamping itu hasil penelitian yang dihasilkan, diharapkan mampu memberi pemahaman yang lebih luas terhadap masalah-masalah penelitian yang dilakukan.  (Maryani FISIP UNS)

.

print