Mahasiswa Ilkom  FISIP  Dapat Pembekalan Personal Branding Dari GM The Sunan Hotel Solo

Kepribadian seseorang mencerminkan jati diri orang  tersebut. Seseorang yang dapat mengenali diri dan memberikan  warna bagi orang-orang disekitarnya  akan dicari, dimengerti dan selalu diingat merupakan salah satu nilai plus yang diperoleh dari kepribadian yang dibentuknya tersebut. Proses ini memerlukan waktu yang panjang hingga menjadi sebuah kepribadian, dalam istilah sekarang dikenal sebagai personal branding.

Personal branding,  bukan untuk kalangan tertentu saja, semua orang memerlukan. Beberapa orang beranggapan bahwa personal branding merupakan suatu cara memasarkan kemampuan dan pengalaman diri yang dapat dijadikan sebagai nilai jual dalam  membangun persepsi orang lain terhadap diri, termasuk diantaranya sebagai mahasiswa. Mahasiswa  dikenal sebagai intelektual muda yang kritis, cerdas dan memiliki pengalaman dan pengetahuan yang memadai. Walaupun beberapa diantaranya masih ada yang kurang mengerti pentingnya personal branding tersebut.

Guna membekali para mahasiswa yang notabene kaum terpelajar tersebut, Prodi Ilmu Komunikasi lewat salah satu mata kuliah Public Relation 1 menyelenggarakan kuliah pakar tentang pentingnya Personal Branding Dan Media Relation di Era Media Baru, yang diselenggarakan di Ruang Seminar FISIP UNS, pada hari Kamis, 15 November 2018 dengan narasumber General Manager The Sunan Hotel Solo Retno Wulandari, S.H, M.Si.

Dalam paparannya Retno Wulandari menyampaikan bahwa agar seseorang memiliki personal branding yang kuat maka orang tersebut harus unit, keberadaannya sangat dibutuhkan, dan  dapat memberi manfaat bagi orang lain. Bagaimana caranya?. Menurut Retno lebih lanjut harus berani menjelaskan siapa kita, harus memiliki kredibilitas tinggi, mampu menjadi sahabat banyak orang, mampu bersikap hangat dan tidak emosional yang disalurkan lewat organisasi, interaksi dan mampu  mengembangkan jaringan sosial yang dimilikinya.

Dengan perkembangan teknologi dan informasi, personal branding dapat dilakukan melalui dunia maya. Personal branding didunia maya yang berhasil apabila  orang atau produk tersebut banyak dicari, dibicarakan, disukai dan disebarluaskan secara sukarela tanpa adanya paksaan.  Dan ini membawa dampak yang luarbiasa karenatidak terbatas oleh ruang dan waktu, meliputi jangkauan yang tak terbatas, apa yang disampaikan tidak akan dapat dihapus keberadaannya dan meninggalkan jejak digital selamanya. Untuk itu diakhir sesi Retno Wulandari berpesan bijaklah dalam menggunakan media. (Maryani FISIP UNS)

print