Kuliah Pakar Kajian Kepemudaan dalam Konsep Indonesia

Kajian kepemudaan di Indonesia masih diwarnai dengan cara pandang defectology  (Naaf &White)  dan hanya sebatas aksesoris yang  menyebabkan pertanyaan apa yang salah dan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, sehingga diperlukan kajian kepemudaan (youth studies) di Indonesia yang  saat ini  masih merupakan subjek kajian yang relatif baru,  hal ini disampaikan oleh sosiolog  UGM Yogyakarta  Oki Rahadian Sutopo, MA, PhD dalam Kuliah Pakar tentang Perspektif dalam Kajian Kepemudaan  yang diselenggarakan oleh Prodi Magister Sosiologi FISIP UNS  Jumat, 19 Oktober 2018 di Ruang Seminar FISIP UNS mulai pukul 09.00-11.30 WIB.

Kondisi yang ada  mengindikasikan perlunya inisiatif bersama dari para intelektual, akademisi, praktisi, aktivis maupun pembuat kebijakan untuk bersinergi mengembangkan kajian kepemudaan yang relevan dengan konteks Indonesia kontemporer. Produksi pengetahuan kepemudaan yang berkelanjutan diperlukan tidak hanya dalam bentuk pengetahuan murni  sja melainkan  juga pengetahuan yang  relevan untuk tujuan praktis (problem solving), bahan kebijakan nasional dan juga sebagai instrumen emansipasi untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia di masa mendatang.

Lebih jauh Oki menyampaikan bahwa pemuda merupakan elemen yang penting dan krusial bagi keberlanjutan sebuah bangsa, walaupun  di sisi yang lain, pemuda juga menjadi subjek yang relatif termarginalkan sebagai dampak dari infiltrasi neoliberalisme, ketidakpedulian pemerintah dan kesenjangan sosial yang semakin tajam termasuk sebagai akibat dari ketidakadilan global. Dengan kata lain, perlu dilakukan kajian mendalam, strategis dan sistematis untuk memahami lebih jauh mengenai ragam kehidupan  pemuda di Indonesia.

Kajian kepemudaan merupakan ranah yang luas, kompleks sekaligus dinamis. Di sisi yang lain, relasi dialektis antara perkembangan pemuda itu sendiri dengan perubahan sosial baik dalam skala lokal, nasional dan global juga melaju semakin  pesat. Ide-ide yang diusulkan  oleh Oki Rahadian Sutopo dalam beberapa artikel yang dibuatnya  merupakan hasil pilihan dan refleksi berdasarkan skala prioritas diantara sekian banyak isu teoritis maupun praktis yang berkembang dalam berbagai mahzab kajian kepemudaan di tingkat global. Prioritas pilihan agenda ini juga  didasarkan pada konteks sosiohistoris, budaya, politik maupun relasi global dimana kajian kepemudaan Indonesia akan dikembangkan  dimasa yang akan datang. Beliau menyakini bahwa perjuangan untuk mengembangkan kajian kepemudaan di Indonesia masih panjang namun sebagai langkah awal,  produksi pengetahuan  harus dilakukan untuk mencapai tujuan  yang ideal. Oki juga menyelipkan harapan agar  generasi muda Indonesia nantinya  dapat membuka lebih banyak pintu-pintu alternatif  pembelajaran pemuda dalam kontek Indonesia di masa depan. (Maryani FISIP UNS)

print