KPPMF FISIP UNS Inisiasi Workshop Diseminasi dan Diskusi HKI Bagi Rumpun Bidang Ilmu Sosial dan Politik

Hak Kekayaan Intelektual (HKI)  merupakan salah satu kebutuhan akan  pengakuan para ilmuwan maupun para akademisi saat ini. Ada beberapa definisi tentang HKI  yang berkembang saat ini. Berdasarkan sifat dan kepemilikannya  bentuk kepemilikan kekayaan intelektual dibedakan menjadi kepemilikan komunal dan kepemilikan personal. Hanya pemahaman terkait perolehan dan cara mendapatkan pengakuan HKI dalam bidang sosial masih banyak belum diketahui. Melihat hal tersebut, Koordinator Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Fakultas (KPPMF) FISIP UNS, Dr. Rutiana Dwi Wahyuningseh, M.Si  berinisiatif menyelenggarakan kegiatan dengan tema Diseminasi Informasi  dan Diskusi tentang Hak Kekayaan Intelektual   Luaran Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Rumpun Ilmu Sosial bagi Riset Grup di FISIP UNS.

Kegiatan diseminasi  HKI ini  ini dilaksanakan Senin, 5 Agustus 2019 mulai pukul 08.30-15.00 WIB di Hotel Loji Solo dengan menghadirkan  narasumber  Prasetyo Hadi Purwandoko, SH, M.S, Kepala Pusat HKI  LPPM UNS  dengan materi  Potensi Perolehan HKI di Bidang Sosial Humaniora dan Proses Perolehannya. Kegiatan ini diikuti oleh ketua maupun anggota yang tergabung dalam 10 Riset grup yang ada di FISIP UNS.

Dalam sambutannya Dekan FISIP UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si menyampaikan bahwa  UNS dan FISIP UNS khususnya  memiliki banyak  pakar,  serta karya publikasi yang sudah banyak memberikan kontribusi,  baik bagi lembaga maupun masyarakat. Permasalahannya kemudian apakah kepakaran dan hasil kinerja yang berupa penelitian maupun pengabdian pada masyarakat tadi sudah didaftarkan pada lembaga  yang berkompeten sebagai hak kekayaan intelektual. Banyak penelitian dan pengabdian tersebut dilakukan melalui wadah Riset grup sehingga beliau mengapresiasi acara ini sebagai salah satu pembelajaran terhadap hasil kekayaan intelektual bagi sivitas FISIP UNS dalam mendaftarkan karya intelektual  yang salah satunya,  dapat dijadikan sebagai indikator kinerja institusi nantinya.

Menurut Prasetyo Hadi Purwandoko,SH, MS, dalam paparannya disebutkan  beberapa HKI dibidang sosial humaniora yang bisa didaftarkan   dalam HKI meliputi  penerbitan buku, pamflet, perwajahan karya tulis yang diterbitkan dan semua hasil karua tulis lainnya. baik yang berupa ceramah, kuliah, pidato dan ciptaan sejenis lainnya termasuk alat peraga, peta, terjemahan, tafsir, saduran  maupun basis data lainnya.

Dari  hasil karya para akademisi FISIP UNS  yang dihasilkan melalui penelitian dan pengabdian masyarakat dan kemudian didaftarkan menjadi HKI  akan dapat  memberikan kepastian terhadap hasil karya intelektual tersebut melalui  pengakuan   dari lembaga pemberi kepastian Hukum agar tidak terjadi kezaliman dan pelanggaran bidang hukum. Lebih jauh Pak Prasetyo menyampaikan bahwa saat ini,  untuk mendaftarkan  proses HKI tersebut dapat dilakukan  secara online dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan. (Maryani FISIP UNS)

print