Jawab Perkembangan Bidang Ilmu Komunikasi, Program S3 Ilmu Komunikasi FISIP UNS Selenggarakan Peninjauan Kurikulum

Pemutakhiran kurikulum merupakan kegiatan strategis dan dinamis dalam rangka peningkatan mutu  pendidikan di semua institusi pendidikan, termasuk  di perguruan tinggi. Banyak cara yang dilakukan perguruan tinggi dalam  memutakhirkan atau meninjau kembali kurikulum yang berlaku seperti yang dilakukan oleh Program Studi S3 Ilmu Komunikasi FISIP UNS.  Jumat, 2 November 2018, bertempat di Hotel Sahid Jaya Solo telah diselenggarakan kegiatan Peninjauan Kurikum Program S3 Ilmu Komunikasi yang dihadiri para dosen sekaligus promotor Prodi S3 Ilmu Komunikasi serta menghadirkan narasumber dari Universitas Hasanudin Makassar, Prof.  Hafied Cangara, MSc.Ph.D.

Dalam sambutannya Kepala Prodi S3 Ilmu Komunikasi, Prof. Dr. Pawito, Ph.D menyampaikan bahwa tujuan peninjauan kurikulum ini adalah sebagai upaya  peninjauan terhadap rumusan kompetensi, substansi dan format silabus, implementasi, dan sistem evaluasi berdasarkan perkembangan keilmuan bidang komunikasi. Hal ini tak lepas dari adanya persoalan yang timbul dikalangan akademisi yaitu pemahaman tentang  bagaimana memutakhirkan kurikulum yang masih beragam diantara program studi sejenis maupun diantara perguruan tinggi sendiri.  Lebih jauh Prof. Pawito menyampaikan bahwa saat ini  kurikulum Program S3 Ilmu Komunikasi yang berlaku menerapkan sistem semi by research  yaitu kurikulum dimana setiap mahasiswa harus menempuh beberapa mata kuliah disamping  tahapan penyelesaian riset untuk disertasinya.

Sedangkan dalam paparannya Prof. Dr. Hafied Cangara menyebutkan bahwa  setiap perguruan tinggi pasti melakukan peninjauan atau pemutakhiran kurikulum. Sebagai acuan dari peninjauan kurikulum tersebut adalah  Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia yang memuat 11 pasal, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta Peraturan Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Dengan mengacu pada perundang-undangan yang berlaku tersebut maka Program Doktor atau Program S3 diharapkan mampu menjadi pelopor atau inovator dengan cara menemukan, menciptakan dan atau memberikan kontribusi kepada pengembangan  serta pengalaman ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penalaran dan penelitian ilmiah berdasarkan delapan standar nasional pendidikan tinggi yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan pembelajaran dan terakhir standar pembiayaan pembelajaran.  (Maryani FISIP UNS)

print