Guru Besar FISIP Universitas Sebelas Maret menjadi salah satu Narasumber dalam Workshop Pengarusutamaan Gender Tingkat Nasional

Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si  Guru Besar FISIP Universitas Sebelas Maret yang juga menjabat sebagi Dekan FISIP UNS menjadi salah satu narasumber di kegiatan Workshop Pengarusutamaan Gender dalam Kebijakan Pemerintah pada Project Forest Areas Planning and Management in Kalimantan“, yang diselenggarakan pada  29-30 April 2019 di Kota  Samarinda Kalimantan Timur. Kegiatan workshop tersebut  yang merupakan hasil kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),  The United Nations Development Programme (UNDP) dan  Global Environment Facility (GEF).

Sebanyak  100 orang dari KLHK, UNDP, Kementrian Pemberdayaan Perempuan, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, BPKH Pontianak , Palangkaraya, Samarinda,  beberapa perguruan tinggi  dari Universitas Mulawarman, Universitas Tanjung Pura, Universitas  Muhammadiyah Palangkaraya, Universitas Antakusuma,  Universitas Sebelas Maret serta NGOs, Individual Experts dan 5 Gender Champion yaitu Hj. Nurhidayah, S.H. M.H, Ni Made Lia Rimbawati, Theresia Irna Susilojati, Ir. Rini Indah Lestari, Ir. Mulli Endah Pratiwi, S.Hut, M.EC.Dev; MA, hadir dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Prof. Ismi biasa disapa menyatakan bahwa beliau   bersama empat narasumber lainnya menyampaikan presentasi tentang pengarusutamaan gender. Prof Ismi sendiri membahas tentang  Teori dan praktek kesetaraan Gender.

Secara umum, menurut Prof Ismi kegiatan ini bertujuan  menyamakan persepsi berbagai aspek dan cakupan isu gender di dalam rangka penyelamatan hutan di areal penggunaan lain (APL), memperkenalkan dan memberikan pemahaman mengenai isu gender dari tingkat nasional sampai tingkat tapak, mendapatkan masukan dan saran untuk penerapan isu gender dalam baseline   dan mendapatkan informasi mengenai peran gender dalam kegiatan-kegiatan yang terkait dengan lingkungan hidup dan kehutanan

Lebih jauh Prof Ismi menyampaikan kegiatan tersebut  dilatarbelakangi  oleh tantangan bangsa  Indonesia dalam  mengatasi kerusakan lingkungan karena berbagai pemicu, dan melalui  proyek Penguatan Perencanaan dan Pengelolaan Hutan di luar kawasan hutan di Kalimantan (KalFor) yang diharapkan dapat  mencegah makin bertambahnya deforestasi  dan  memastikan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan oleh proyek Kalfor dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat, maka perlu memahami aspek aspek yang terkait dengan issue gender agar berdampak positif terhadap keberhasilan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan. Kesetaraan gender dalam pengelolaan hutan akan diperkuat dimulai sejak awal projek kalfor yakni dari proses pengumpulan data dasar terkait isu gender sampai dalam kegiatan-kegiatan lainnya selama proyek berlangsung sehingga akan tercapai perubahan dalam mengurangi level ketidak setaraan/gender inequality. Diakhir acara workshop dilaksanakan penanaman pohon oleh sejumlah pejabat dan nara sumber. (Maryani FISIP UNS)

print