FISIP UNS Terima Sivitas Akademik STIA Tabalong Kalimantan Selatan yang Adakan   Studi Banding dan Penjajakan Kerjasama

Sebanyak 14 orang perwakilan dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi  (STIA)  Tabalong  telah  mengikuti  Studi Banding nan Penjajakan Kerjasama  dengan Prodi Ilmu Administrasi Negara dan Program Magister Ilmu Administrasi Publik FISIP UNS. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan Kamis, 25 Juli 2019 mulai pukul 12.30-15.00 WIB  di Ruang Sidang 1 gedung 4 lantai 2 FISIP UNS. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua STIA Tabalong, Dr. Jauhar Arifin, Drs, MM, Ketua Yayasan Pendidikan Banua Saraba Kawa (YPBSK) beserta beberapa dosen pengajar dari dua program studi yang ada di STIA Tabalong.

Sebagai wakil dari STIA Tabalong Dr. Jauhar Arifin, Drs, MM menyampaikan maksud kedatangan ke FISIP UNS adalah penjajakan Kerjasama dan Studi Banding yang bisa dilakukan oleh STIA Tabalong dengan FISIP UNS terkait bidang akademik, penelitian dan pengabdian masyarakat serta kolaborasi riset dan penerbitan jurnal bersama diantara kedua institusi ini. Dr. Jauhar  juga menyampaikan  kemungkinan kerjasama terkait dosen tamu (visiting lecture) serta pendirian Program Magister Administrasi Publik hasil kolaborasi bersama.

Dekan FISIP UNS Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni,M.Si dalam sambutannya  menyambut baik studi banding serta penjajakan kerjasama yang akan dilakukan. Dalam proses menuju ke bentuk kerjasama yang akan dilakukan ini, diperlukan payung hukum dalam bentuk  perjanjian kerjasama  baik yang  dilakukan melalui universitas, fakultas maupun program studi nantinya. Dari  payung hukum tersebut Beliau berharap ada tindak lanjut dari perjanjian kerjasama,  bukan hanya berupa kerjasama dalam bentuk kertas saja melainkan ada action atau tindakan nyata dari kerjasama yang dilakukan, salah satu yang mendesak  terkait dengan salah satu indikator akreditasi 9 standar yang berlaku dalam BAN-PT saat ini adalah outcome dari kerjasama yang dilakukan.

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong (STIAT) berada di Kalimantan Selatan berbatasan dengan wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini memiliki potensi yang sangat besar, baik dilihat dari faktor geografis maupun faktor  ekonomisnya.  STIA Tabalong yang  berdiri sejak Tahun 1984, semula bernama  Akademi Administrasi Tabalong (AAT), seiring dengan berjalannya waktu,  maka sejak tahun 2002 status Akademi ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi dan saat ini memiliki dua Program Studi yaitu  Administrasi Negara/Publik dan Administrasi Niaga/Bisnis. (Maryani FISIP UNS)

print