FISIP UNS Bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri  Selenggarakan Seminar Peran Indonesia dalam  OKI untuk Kepentingan Negara

Bertempat di Aula FISIP UNS, Selasa, 27 November 2018 telah diselenggarakan seminar Peran Indonesia dalam Organisasi Kerjasama Islam  (OKI) dan Pemanfaatannya bagi Kepentingan Negara yang diselenggarakan oleh FISIP UNS bekerjasama dengan Kemeterian Luar Negeri.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 150 orang baik mahasiswa maupun akademisi FISIP  lainnya. Hadir sebagai keynote speech Kama Pradipta Ismoyo  selaku Direktur Sosial Budaya dan Organisasi  Internasional Negara Berkembanga Kementerian Luar Negera dilanjutkan dengan tiga narasumber lain Duta Besar Sunu Mahadi Soemarno yang membahas tentang Peran Indonesia dalam Isu Politikk di OKI,  Kepala  Subdirektorat Organisasi Internasional  Negara Berkembang Iwan Nurhidayat yang mengulas tentang  Peran Indonesia dalam Standing Committee for economic and Commercial Cooperation (COMCEC) serta Ketua KADIN Komite Tetap Timur Tengah dan OKI , Fachry Taib Mengenai Peran Sektor Swasta dalam kerjasama perdagagan dan Industri  dalam Kerangka OKI dan dimoderatori oleh  Muhnizar Siagian S.IP, M.I.Pol.

Dalam sambutannya Wakil Dekan Bidang Akademik Drs. Sudarmo, MA,Ph.D menyatakan, bahwa kegiatan ini dapat membekali mahasiswa  untuk berpikir kritis  mengingat isu terkait peran OKI bagi  perkembangan  dunia  Islam bukan hanya dibidang politik saja melainkan juga ekonomi, sosial dan budayanya.  Untuk itu menurut Beliau kegiatan ini seharusnya tidak hanya ditujukan pada mahasiswa di prodi tertentu saja,  melainnya juga dapat  dimanfaatkan oleh prodi lain di UNS ini.

Prof. Dr. Andrik Purwasito DEA, selaku Kepala Prodi Hubungan Internasional, menyampaikan bahwa pembelajaran  dan kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri RI telah dilakukan oleh Prodi HI sejak prodi ini berdiri  tahun 2012.  Banyak para duta besar dan para konsulat maupun diplomat yang telah memberi perkuliahan serta wawasan  terkait kerjasama luar negeri dan apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa setelah menyelesaikan perkuliahannya nanti.  Beliau berharap semoga kedepan banyak para alumni yang mampu menjadi konsulat, diplomat atau duta besar Republik Indonesia di luar Negeri nantinya. (Maryani FISIP UNS)

print