Peranan Komunikator Pembangunan dalam Mengarahkan Arah Perubahan Sosial

Book Cover: Peranan Komunikator Pembangunan dalam Mengarahkan Arah Perubahan Sosial

peranan-komunikator-dlm-pembangunanBuku ini ditulis oleh Dr. Sutopo,M.S dengan Editor Prof Dr. Ravik Karsidi,M.S. Terdiri dari 6 Bab  Pembahasan. Bab 1 berbicara tentang beberapa perubahan dan proses stratifikasi sosial yang terjadi di pedesaan; Bab 2 berbicara tentang  Pembangunan dan Strategi Kebudayaan  sebagai usaha dalam membangun perubahan sosial; Bab 3 membahasPengembangan wilayah desa terkait dengan arah pembangunan suatu wilayah yang tidak bisa lepas dari pendekatan sistemik; Bab 4 mengulas tentang kebudayaan akan memberi arah dan orientasi pada perbuatan masyarakat diberbagai bidang kehidupan dan pembangunan, Bab 5 menyatakan peran teknologi dalam percepatan kemajuan didaerah pedesaan dan Bab 6 membahas tentang pengalaman kegiatan ekonomi masyarakat disekitar waduk Kedung Ombo dalam meningkatkan kesejahteraan sosialnya.

Tebal buku ini 59 halaman, dicetak di UNS Press dengan No isbn 978-602-397-067-4

peranan-komunikator-dlm-pembangunan2Perubahan sosial adalah suatu hal yang penting dalam masyarakat modern. Perubahan sosial secara adaptif akan mencakup dari suatu adaptif dari yang termudah sampai yang paling sukar pun. Selama ini telah banyak program pembangunan masyarakat yang diusahakan oleh pemerintah secara formal dan menyeluruh. Akan tetapi, kenyataanya banyak program pembangunan sangat sukar mendapatkan partisipasi nyata dari warga masyarakat. Partisipasi mereka selama ini kebanyakan bersifat semu. Kenyataan tersebut sangat dimungkinkan karena adanya pengaruh komunikasi pembangunan yang digunakan selama ini. Komunikasi yang menonjol selama ini berbentuk perintah dan menggurui. Komunikasi semacam ini lebih merupakan komunikasi searah yang berwatak kolonial dan feodal yang cenderung pada sikap membodohkan rakyat. Di sinilah peranan komunikator pembangunan dituntut untuk dapat mengarahkan adanya proses komunikasi pembangunan yang lebih bersifat demokratis, dialogis, dan partisipatif.

Published: 3 January 2017
print