Kearifan Lokal Yang Terabaikan

Book Cover: Kearifan Lokal Yang Terabaikan

Kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi banyak menawarkan bentuk rekayasa sosial yang meyakinkan, karena secara konseptual memang dilengkapi dengan proses verivikasi dan diferensiasi yang begitu teukur dan terstruktur. Modernisme tersebut juga menenamkan standart nilai global yang nyaris seragam. siapapun  yang gagal dalam beradaptasi dan mengadopsi terhadap nya niscaya akan terpinggirkan dan dicap sebagai "primitif", "ndeso", "terbelakang", dan sejumlah stereotype minor lainnya.

Marginalisasi masyarakat desa dengan segenap kultur yang melekat padanya oleh agen-agen modernitas baik yang diperankan institusi negara, militer dan kapitalisme global bukanlah akhirs segalanya. masih terdapat ruang dimana adat budaya masyarakat desa masih memiliki nilai tawar  yang tak tergantikan dengan nilai filosofi yang terkandung didalamnya sebagai  kearifan lokal yang akan senantiasa terpelihara.  

Untuk memahami berbagai bentuk kearifan lokal di Indonesia dilihat dari perspektif sosiologi para pembaca dianjurkan dapat membaca dan memahami kearifan lokal tersebut melalui buku ini.

Tentang Penulis

Drs. Jefta Leibo, S.U,Lahir di Halmahera Propinsi Maluku Utara, 29 Desember 1950, Program Sarjana diselesaikan  di Fisipol UGM Jurusan Sosiologi (1979) dan Program Pasca Sarjana di selesaikan  di universitas yang sama tahun 1988. Mengajar di Program Studi Sosiologi FISIP UNS sejak tahun 1980. Saat ini beliau telah menulis beberapa buku antara lain   Sosiologi Pedesaan (1980), Hukum dan Profesi Kedokteran  dalam Masyarakat Indonesia ( (1986), Perilaku Seksual Gelandangan (1998), Refungsionalisasi Komando Teritorial TNI (2001),  Resonansi  Kekuasaan Keraton Jogyakarta dalam Masyarakat Pada Era Reformasi (2001)

print