Bijak Menggunakan Media Sosial, Sebagai Implementasi Melek Literasi Digital

Penggunaan media sosial tidak terlepas dari beberapa kepentingan. Hal tersebut disampaikan oleh Prof Dr Ismi Dwi Astuti Nurhaeni ,M.Si  sekaligus Dekan FISIP UNS dalam rangkaian kegiatan Seminar  Nasional  dan Festival Literasi Digital (FIRAL),   yang diselenggarakan di Auditorium UNS, Rabu, 27 Maret 2019. Seminar ini hasil kerjasama antara Kementerian Kominfo, FISIP UNS,  dan beberapa komunitas lain  seperti literasi Digital, Pandu Digital, Siber Kreasi Indonesia, Relawan TIK, dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Dalam seminar tersebut hadir lebih dari 900-an peserta hadir dan antusias mengikuti jalannya acara, mulai dari pagi hingga siang hari yang dimoderatori oleh Pangeran Siahaan  salah satu penggiat asumsi.co.id dan the best sport presenter in Asian Television Award in Sport  dan narasumber lain Bapak Slamet  Santosa,   Plt. Direktur Pemberdayaan Informatika  Kementerian Kominfo.

Dalam paparannya sebelumnya telah disebutkan menurut  Prof Ismi biasa disapa,  menyampaikan bahwa penggunaan media tidak terlepas dari kepentingan, jadi bila seseorang tidak  dapat menempatkan kepentingan-kepentingan  umum yang lebih baik,  diatas kepentingan pribadi,  maka persoalan-persoalan yang membawa implikasi terkait penggunaan media  pasti akan terjadi. Pendididkan tentang penggunaan media yang baik,  menurut beliau hukumnya harus dan wajib  dengan memperhatikan siapa saja sasaran dari pendidikan penggunaan media itu sendiri.  Beliau menambahkan bahwa dari beberapa riset yang telah dilakukan  menyebutkan bahwa hampir semua manusia menggunakan media sosial sehingga untuk saat ini dan proses kedepan pendidikan pada masyarakat tentang penggunaan media harus menyasar pada siapa  pendidikan itu akan dilakukan.

Bapak Slamet dari Kementerian Kominfo memaparkan  bahwa dunia maya sama dengan dunia nyata. Sampah atau sesuatu yang tidak bermanfaat didunia nyata sudah selayaknya harus dibuang atau disingkirkan ketempat semestinya, begitu pula yang ada didunia maya. Beberapa konten media yang ada didunia maya yang sekiranya mengandung unsur kejahatan atau kebencian  harus dihilangkan karena dapat menjadi salah satu kejahatan didunia maya (cyber crime).  Untuk itu diperlukan literasi digital bagi semua masyarakat termasuk didalamnya para  akademisi dan mahasiswa sebagai kaum intelektual yang dianggap mampu memanfaatkan teknologi informasi yang lebih baik dibandingkan dengan masyarakat umum lainnya. (Maryani FISIP UNS)

lihat  Sambutan Pimpinan FISIP dalam  Seminar dan Workshop Pandu Digital 

print