Bangun SDM Bersinergi Unggul, FISIP Adakan Capacity Building

Motivasi kerja dan upaya meraih prestasi bagi suatu organisasi mutlak diperlukan. Hal ini dibutuhkan karena organisasi terus berkembang, berbenah  dan beradaptasi  mengikuti  perubahan lingkungan organisasi, sehingga pembangunan kapasitas (capacity building) sumber daya manusia yang ada didalamnya harus dilakukan.

Untuk itu sebagai usaha membangun sumber daya unggul tersebut, pada Sabtu-Minggu, 19-20 Oktober 2019, FISIP UNS mengadakan kegiatan capacity building dengan tema Capacity Building untuk Profesionalisme  dan Harmoni Keluarga Besar FISIP UNS 2019. Kegiatan dilaksanakan di Kota Kediri Jawa Timur. Beberapa rangkaian kegiatan dirancang diantaranya  kelas motivasi oleh trainer Heri Santosa,S.Psi dan beberapa wisata edukasi seperti di museum Trowulan dan Candi Branjangratu.

Menurut Ketua Pelaksana, Mahfud Anshori, M.Si motivasi terhadap sumber daya manusia (SDM) harus selalu dilakukan agar senantiasa ada proses meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan (skills), sikap (attitude) dan perilaku (behaviour) dari SDM itu sendiri melalui  pengembangan kapasitas diri  dalam  tingkatan individu, kelompok maupun organisasi.  Untuk itu  guna merekatkan semua sivitas FISIP UNS dengan prinsip melupakan semua rutinatas untuk fokus dengan tujuan membangun profesionalitas dan harmoni serta  menjamin kesinambungan organisasi melalui pencapaian tujuan dan sasaran organisasi yang  telah ditetapkan  dilandasi kekompakan,   peran dan koordinasi semua pihak. Pembangunan capacity building kali ini diikuti oleh 113 orang peserta terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan FISIP UNS.

Dekan FISIP UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni,M.Si dalam sambutan menyampaikan bahwa tingkat  kohesifitas antara sivitas akademik yang  masih kurang serta  temuan audit internal tentang pentingnya membangun kapasitas  SDM baik dosen maupun tenaga kependidikan maka kegiatan ini dilaksanakan.Selain itu dengan melihat  Indeks competitiveness dunia, Indonesia yang masuk  peringkat ke 58 dan  di Asia peringkat ke 5, maka sangat diperlukan SDM yang memiliki kemampuan (skill)  sehingga perlu diupayakan peningkatan softskill setiap sivitas akademik FISIP UNS.

Heri Santosa, S.Psi sebagai trainer dalam acara tersebut  menyebutkan  bahwa agar mampu melakukan pekerjaan yang maksimal seseorang harus memiliki etos kerja yang didasarkan bahwa bekerja merupakan  rahmat, amanah, panggilan jiwa,  usaha untuk mengaktualisasikan diri,  ibadah, seni, kehormatan dan kemampuan memberikan pelayanan yang terbaik untuk orang lain.  Dalam bekerja  harus ditetapkan dalam hati bahwa bekerja  membutuhkan proses,  kerja  jangan dijadikan    kewajiban tetapi kesempatan dan memiliki nilai ibadah. Dan  hakikat dari seseorang bekerja di sebuah tim sebuah institusi adalah sinergi karena sebaik-baiknya  manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. (Maryani FISIP UNS)

print