Angkat Isu Kesetaraan Profesi, Satara  Event Organizer  Adakan Talkshow

Delapan  mahasiswa spesialisasi Public Relation, Ilmu Komunikasi FISIP UNS 2016 yang tergabung dalam Satara Event Organizer (EO)  baru saja menyelenggarakan sebuah talkshow bertema kesetaraan gender. Talkshow ini dilaksanakan Minggu, 21 April 2019 di Papat Coffee and Equality dengan tiket masuk seharga Rp 25.000,00 (sudah termasuk signature coffee dari Papat Coffee).

Kesetaraann gender diangkat sebagai tema besar  karena bertepatan dengan hari Kartini yang diperingati oleh rakyat Indonesia setiap tanggal 21 April. Alasan lain adalah  banyaknya profesi yang saat ini dapat dilakukan seseorang  tanpa memandang gender.  Satara EO beranggotakan  Alfian Rahardian  selaku CEO, Zhafarina Zharfa dan Yusuf Gilang  dibagian kreatif, Melati Septyana dan Theresia Anagusti menangani media relations, Syerin Ulfiatul dibagian administrasi, serta  Senanda Hidaliani dan  Rahaditya Nadhif  menangani bagian perlengkapannya.

Antonius Anung  yang berprofesi sebagai make up artist dan Almaida Noor  seorang atlet Taekwondo dipilih sebagai pembicara karena dianggap dapat mewakili  kedua sisi gender itu sendiri. Anung hadir sebagai laki-laki yang bergelut dalam dunia make up dimana di era lampau, kecantikan yang dipoles melalui make up sangat identik dengan dunia perempuan. Begitu pula bagi Alma, seorang perempuan yang terjun dalam bela diri taekwondo dan menjadi atlet nasional telah menunjukan bahwa taekwondo tidak hanya diperuntukkan bagi laki-laki atau gender tertentu saja.

Talkshow Bincang Kesetaraan,  berlangsung mulai pukul 13.00 – 16.00 WIB, dipandu oleh Ahmad Haidir sebagai MC merangkap Moderator.  Acara diawali dengan sambutan  dari Alfian Rahardian selaku CEO Satara dan juga dosen pembimbing   Dra. Christina Tri Hendriyani, M.Si. Hadir tak kurang dari 40 peserta terdiri dari mahasiswa  dan dosen.

Dalam paparannya baik Anung maupun Alma menyampaikan latar belakang keduanya  memilih dan menentukan profesi yang dianggap bertolak belakang dengan gender ini. Tak lupa mereka juga menyampaikan suka duka yang harus lalui selama menjalani profesi tersebut, bahkan dari orang-orang terdekat.  Saat ini keduanya telah memetik buah dan membuktikan bahwa kesuksesan adalah pilihan dan perjuangan.

Menurut Melati Septyana salah seorang personal dari Satara EO menyampaikan bahwa dengan terselenggaranya talkshow yang berkaitan dengan kesetaraan gender ini nantinya diharapkan  tidak ada lagi stigma negatif lagi  mengenai profesi yang harus digeluti seseorang berdasarkan gender yang ada, karena sebuah profesi yang dilakoni berdasarkan passion serta kemauan individu akan menghasilkan kepuasan dan karya yang lebih nyata. (Maryani FISIP UNS)

print