HIMATERS FISIP UNS Gelar IR Fest 2018

Sesi foto bersama pasca acara IR Fest 2018

Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMATERS) FISIP UNS kembali menggelar acara IR FESTIVAL. Rangkaian acara yang berlangsung selama seminggu tersebut diawali dengan IR DAYS pada tanggal 1-2 September 2018. IR Days merupakan acara yang bertujuan untuk membuka wawasan anak Sekolah Menengah Atas (SMA) mengenai perkuliahan di Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) FISIP UNS Khususnya. Antusiasme peserta terlihat dari ditutupnya registrasi pendaftaran IR Days sebelum jadwal penutupan. IR Days 2018  kali ini mengangkat humanity sebagai tema besar dengan menghadirkan narasumber daru  dosen-dosen Prodi  HI FISIP UNS. Salah satu acara lain yang digelar dalam rangkaian acara IR Fest adalah  Accoustic Competition yang telah dilaksanakan tanggal 7 September 2018 diikuti oleh tujuh kelompok band dari Soloraya.

Menurut Naufal Ridwan (mahasiswa Prodi HI 2016) dalam releasenya menyatakan bahwa rangkaian acara puncak IR FEST digelar di Food Factory Solo Paragon  Mall dengan sub tema Youth and Unity.  Pukul enam sore acara dimulai diawali dengan kata   sambutan dari  Edi Prabawa selaku ketua panitia dan Atho’ Naufal Ridwan selaku Ketua  HIMATERS FISIP UNS tahun 2018. Sebagai perwakilan dari Prodi HI Bung Izar (Sapaan akrab Muhnizar Siagian, S.I.P, M.I.Pol)  menyampaikan kata sambutan sekaligus pembukaan acara puncak IR FEST 2018 sekaligus ucapan selamat atas ulang tahun Prodi HI FISIP UNS yang ke-6. Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Bapak Andriko Sandria yang juga dosen dari Prodi  HI FISIP UNS.

Penampilan YPAC di IR FEST 2018

Fashion runaway IR FEST merupakan rangkaian selanjutnya, dengan bekerjasama dengan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS, IR Model memperagakan busana hasil rancangan para mahasiswa FSRD. Dibutuhkan waktu sekitar 45 menit bagi 12 model untuk menampilan sekitar 50 busana yang memiliki tema-tema yang berbeda. Di koordinatori oleh Rizki Rosmaina, fashion runaway tersebut sukses mencuri perhatian ditengah-tengah pengunjung Food Factory. Dengan membawakan dua lagu, IR Choir menjadi pengisi acara selanjutnya. Menggunakan tagline ‘ If Its Not Humanity, Then What Else Do We Know?’ .

IR Fest 2018  juga bekerjasama dengan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) sebagai  pengisi acara.  Dari YPAC  membawa 15 Personil yang membawakan  lima lagu, dan lagu “Meraih Mimpi” lagu milik via vallen sebagai  lagu pamungkas sekaligus bentuk dukungan terhadap keberhasilan pelaksanaan Asian Games dan jelang kegiatan Asian Para Games yang akan digelar juga di Indonesia.

Mix Project berhasil menyabet juara pertama dalam kejuaraan accoustic competiton , sementara juara kedua dimenangkan oleh Soka Akustik. Raise band yang juga di isi oleh anak-anak HI lintas angkatan mencuri perhatian selanjutnya. Membawakan sekitar tiga lagu, Raise membuat Food Factory Solo Paragon bergemuruh. Acara malam itu ditutup dengan penampilan SOJAZZ. (Maryani FISIP UNS)

print