Peluang dan Tantangan Program Studi Sosiologi FISIP UNS dalam Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka

Peluang dan Tantangan Program Studi Sosiologi FISIP UNS dalam Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka

Sektor Pendidikan tinggi senantiasa menyesuaikan diri dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. Dengan diresmikannya Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) sebagai respon dari berkembangnya revolusi industri 4.0 dan society 5.0. memberikan kesempatan mahasiswa untuk menuntut ilmu lebih luas dan bersifat interdisipliner.

Sebagai upaya dalam memberikan pemahaman lebih lanjut terkait Kurikulum MBKM, Program Studi Sosiologi FISIP UNS menyelenggarakan Workshop Kurikulum Merdeka Belajar–Kampus Merdeka dengan tema Peluang dan Tantangan Program Studi Sosiologi, yang diselenggarakan Senin, 29 Maret 2021 mulai pukul 09.00 WIB secara daring via zoom meeting. Workshop ini menghadirkan dua narasumber yaitu Bambang Kusuma Prihandono, S.Sos., MA dari Program Studi Soslologi Universitas Atmajaya Yogyakarta yang menjabat sebagai Dekan FISIP UAJY  dan Budi Legowo, S.Si., M.Si dari LPPMP UNS, dengan moderator Theofillus Apolinaris Suryadinata, S.Fil., M.A dari Program Studi Sosiologi FISIP UNS.

Dr. Argyo Demartoto, M.Si selaku Ketua Pelaksana Kegiatan menyatakan bahwa workshop ini memberikan berbagai perspektif dari beberapa kampus yang telah menerapkan kurikulum serupa, sehingga menciptakan diskusi yang menarik bagi seluruh peserta. Workshop ini sendiri dihadiri oleh seluruh dosen Program Studi Sosiologi, mahasiswa dan alumni.

Para alumni Program Studi Sosiologi juga turut menghadiri workshop ini terutama yang saat ini menjabat sebagai dosen di beberapa universitas seperti IAIN Pekalongan, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang,  Universitas Mataram, dan alumni yang menjabat sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kemendikbud, Ibu Amurwani Dwi Lestariningsih, S.Sos., M.Hum, serta beberapa alumni yang bekerja di beberapa lembaga swasta.

Lebih jauh Dr. Argyo Demartoto, M.Si menyebutkan dengan keberjalanan Kurikulum MBKM, mahasiswa diorientasikan untuk mendapatkan keterampilan abad 21 yang diperlukan di era Industri 4.0 antara lain komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, berpikir kreatif, juga logika komputasi dan kepedulian. Dengan demikian, lulusan memiliki hard skill inti prodi dan juga kemampuan mengakomodir perkembangan dunia yang sangat dinamis di era revolusi industri 4.0 dan society industry 5.0. Tindak lanjut dari kegiatan workshop ini adalah rancangan konsep kurikulum merdeka belajar kampus merdeka yang akan dirumuskan dan inisiasi kerjasama dengan beberapa institusi di kemudian hari. (Maryani FISIP UNS)