Kupas Social Responsibility dan Kampung Ramah Anak, Dr. Eva Agustinawati, S.Sos, M.Si, Jadi Doktor FISIP UNS Ke-32

Kupas Social Responsibility dan Kampung Ramah Anak, Dr. Eva Agustinawati, S.Sos, M.Si, Jadi Doktor FISIP UNS Ke-32

Senin, 29 Maret 2021 pukul 10.00 WIB,  telah dilangsungkan Ujian Terbuka Program S3 (Doktor) Dr. Eva Agustinawati, S.Sos, M.Si, dari Dosen Prodi S1 Sosiologi FISIP UNS. Dr. Eva Agustinawati, S.Sos, M.Si harus mempertahankan hasil disertasinya yang berjudul “ Model Kemitraan Social Responsibility Pemerintah,Masyarakat Dan Perusahaan Untuk Mewujudkan Kampung Ramah Anak Di Badran Yogyakarta” didepan dewan penguji Program S3 (Doktor)  Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat Minat Pemberdayaan Masyarakat oleh Perusahaan/ Corporate Social Responsibility (CSR)  di Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Dewan penguji dalam ujian Doktor , Dr. Eva Agustinawati,M.Si adalah   Promotor  Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS; Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si sebagai  Co Promotor I dan Dr. Ir. Kusnandar, M.Si sebagai  Co Promotor 2 dengan  Tim Penilai Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. sebagai Ketua;  Prof. Drs. Sutarno, M.Sc. selaku Sekretaris, Ph.D ;  Dr. Sapja Anantanyu., SP., M.Si selaku  Pengelola Prodi;  Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si selaku Dekan FISIP UNS dan Penilai dari UNS; dan  Prof. Dr. Keppi Sukesi, MS dari Universitas Brawijaya.

Dalam paparannya Dr. Eva  Agustinawati, M.Si  menyebutkan bahwa permasalahan anak di Indonesia  mengalami  peningkatan baik  jumlah maupun jenisnya. Anak sebagai  investasi  di masa mendatang perlu mendapatkan  pemenuhan akan  haknya.  Masyarakat pemerintah, perusahaan maupun pihak lain yang konsen  terhadap anak diharapkan mempunyai  tanggung jawab  secara sosial  dalam menyelesaikan persoalan anak. Masalah yang dihadapi sekarang adalah bagaimana model kemitraan social responsibility pemerintah,masyarakat dan perusahaan dalam mewujudkan suatu kampung yang ramah anak. Karena  Pemerintah  sendiri pasti tidak mampu untuk menyelesaikan permasalahan anak karena  keterbatasan dana dan sumber daya yang dimiliki.  Sehingga Pemberdayaan  masayarakat dan corporate social responsibility  (CSR) merupakan  salah satu alternative untuk memecahkan masalah sosial anak-anak.

Dari hasil penelitian  disertasinya, Dr. Eva menyebutkan  bahwa anak-anak  yang  dahulunya berada pada ranah keluarga yang sector domestic sekarang berada pada ranah publik dan permasalahan sosial  (social problem) dari kelompok masyarakat. Anak-anak memerlukan penanganan yang  serius   karena anak merupakan kelompok rentan dan termarginalkan terhadap masalah sosial.  Dr. Eva juga menyebutkan kebaruan (Novelty) dari penelitiannya :  pertama yaitu berusaha untuk mendapatkan arti dari kemitraan “social responsibility”  yang berkaitan dengan kelompok rentan dan termarginalkan yaitu anak-anak;  kedua,  dalam CSR yang selama ini dipegang adanya 3 prinsip yang mendasar dalam pelaksanaannya yaitu: people, planet, profit maka dalam penelitian ini muncul prinsip partnership; dan ketiga terkait kebaruan dalam melengkapi teori yang sudah dibangun yaitu teori struktural fungsional dari Talcott Parson dimana memiliki skema yang biasa disingkat dengan AGIL yaitu Adaptation (Adaptasi), Goal attainment (pencapaian tujuan), Integration (integrasi) dan Latent pattern maintenance (L): (latensi atau pemeliharaan pola) ditambah dengan culture (budaya) dan responsibility (tanggung jawab) dari sub sistem yang ada sehingga apa yang menjadi tujuan dapat tetap berjalan. (Maryani FISIP UNS)