Prodi Ilmu Komunikasi UNS, UMM, Uniska, UAI, dan UII Gelar Lomba Konten Digital dalam Kolaborasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang Digagas LSPR Jakarta

Prodi Ilmu Komunikasi UNS, UMM, Uniska, UAI, dan UII Gelar Lomba Konten Digital dalam Kolaborasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang Digagas LSPR Jakarta

Pengendalian Tembakau atau Pengendalian Produk Tembakau telah menjadi  concern berbagai pihak. Tidak hanya karena dampaknya pada kesehatan, dan lingkungan namun juga dampak sosial ekonomi. Itu pula yang ditangkap oleh Institut Komunikasi Bisnis London School of Business (IKB LSPR) Jakarta yang kemudian menggagas program Pengabdian Masyarakat Akademisi IlmuKomunikasi Lintas Kampus. Dr. Lestari Nurhajati, M.Si., koordinator program mengutip dokumen Riskesdas, mengatakan bahwa Prevalensi perokok Indonesia usia 15 tahun keatas adalah  33,8% atau  sebesar 65,7 juta jiwa. Data ini menempatkan Indonesia sebagai pasar rokok tertinggi ketiga di dunia setelah China dan India.

“Bahkan seorang anak sudah mulai merokok sejak usia sekolah dasar”, jelasnya mengutip data Atlas Tembakau, 2020.  “Sayangnya, kebijakan terkait pengendalian tembakau di Indonesia masih sangat lemah, misalnya regulasi iklan rokok masih bersifat parsial bukan pelarangan komprehensif”, tambah Lestari yang juga menjabat sebagai vice rector IV IKB LSPR Jakarta.

IKB LSPR mengundang 15 orang akademisi Ilmu Komunikasi dari 15 kampus yang ada di Indonesia untuk bergerak bersama melakukan penyadaran di kalangan mahasiswa, salah satunya Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Para dosen dari 15 kampus yang dipilih itu kemudian dibagi menjadi tiga kelompok untuk melaksanakan kegiatan nyata dalam hal upaya pengendalian tembakau ini.

“Kami lima kampus merupakan kelompok 2 yang hari ini (11/03) memulai kegiatan pembekalan kepada mahasiswa. Tujuan dari pembekalan ini adalah meningkatkan kesadaran kritis para mahasiswa bahwa mereka dan generasi muda merupakan sasaran utama produk tembakau yang akan menjadi perokok potensial berkelanjutan.  Mahasiswa yang terlibat dalam acara ini adalah mereka yang berasal dari kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Islam Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska) Banjarmasin, Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta, dan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta”, papar Dr. Frida Kusumastuti, M.Si dari UMM sebagai ketua kelompok 2.

Diharapkan setelah mendapat pembekalan hari ini, para peserta memiliki ide membuat  konten-konten digital di berbagai platform yang berisikan fakta tentang produk tembakau dan dampaknya  bagi kesehatan, dan sosial ekonomi di Indonesia. Pembekalan yang dipandu oleh host Dr. Marhaeni Fajar dari UNISKA Banjarmasin ini diisi dengan Materi tentang fakta industri tembakau oleh Dr. Masduki dari UII dan fakta remaja  & media terkait produk tembakau oleh Dr. Irwa Zarkasy dari UAI Jakarta. Output program berupa konten digital yang dilombakan dan akan dikawal oleh Monika Sri Yuliarti, S.Sos., M.Si. dari UNS sebagai ketua dewan juri.

Dalam releasenya Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UNS Monika Sri Yuliarti, S.Sos M.Si yang juga mengampu mata kuliah Advertising di Prodi Ilmu Komunikasi tersebut menyampaikan beberapa kriteria penilaian lomba. “Dalam lomba ini akan dipilih karya terbaik yang penilaiannya berdasarkan kriteria isi pesan dan kreativitas, serta karya favorit yang penilaiannya berdasarkan jumlah like. Tiga platform media sosial yang digunakan dalam lomba ini adalah Instagram, Youtube, dan Tiktok”, ujar Monika.  Semoga mahasiswa FISIP UNS  dapat mengikuti ajang dan dapat meraih prestasi yang terbaik. (Maryani FISIP UNS)