FISIP UNS Lakukan Penandatanganan PKS dengan Pemprov dan Beberapa Pemkot/Pemda di Jawa Tengah

FISIP UNS Lakukan Penandatanganan PKS dengan Pemprov dan Beberapa Pemkot/Pemda di Jawa Tengah

Sebagai upaya untuk mempertemukan kebutuhan kebijakan pembangunan di daerah dengan ketersediaan sumberdaya yang diperlukan, Research Group Isu Sosial Humaniora yang ada di FISIP  Universitas Sebelas Maret, menyelenggarakan  Diskusi dan Temu Mitra Aktor Perencana Kebijakan Pembangunan di Daerah dengan Research Group FISIP UNS, dengan tema “Isu Pembangunan Sosial Humaniora di Daerah:  Peluang dan Tantangan”.

Diskusi dan Temu Mitra Aktor Perencana Kebijakan Pembangunan di Daerah dilaksanakan Senin, 8 Maret 2021 dengan menghadirkan Dr. Prasetyo Aribowo, S.H., M.Soc., SC.(Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah); Drs Sutarno M.Si (Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar), Tulus Widajat, S.E., M.Si. (Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Surakarta), Ripto Susilo, SH, M.Si. (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Temanggung), Handini Rahayu, ST,M.Eng (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Magelang) dan  Dr. Rutiana Dwi Wahyunengseh, M.Si (Koordinator Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat FISIP Universitas Sebelas Maret). Diskusi dan temu mitra dilaksanakan dengan aplikasi zoom meeting.

Dalam sambutannya  Dekan FISIP UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni,M.Si  menyambut baik penyelenggaraaan    kegiatan  Penandatangan kerjasama (PKS) antara Pemerintah Daerah dengan FISIP UNS.  Hal ini salah satunya karena  FISIP UNS telah  berkomitmen meluluskan calon-calon pemimpin masa depan yang humanis  dan berkarakter kuat.   FISIP UNS memiliki beberapa wadah,  yang ada dalam  dalam riset grup  dengan beberapa konsentrasi kepakaran yang berbeda.

Prof Ismi juga menyampaikan terkait kebijakan pemerintah dimana  setiap perguruan tinggi  sedang menggaungkan  kampus merdeka atau kampus merdeka belajar. Dalam program tersebut   target  program yang digulirkan  diantaranya bagi para lululasnnya  adalah  sudah terserap di dunia kerja dalam jangka waktu enam bulan pertama, berwirausaha atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan penendatangan kerjasama ini diharapkan  dapat menjadi salah satu komitmen keduabelah pihak saling berkolaborasi sehingga bisa menyerap tenaga kerja atau menyediakan lapangan kerja baik dalam bentuk magang, maupun penelitian dan pengabdian  yang bermanfaat pada masyarakat nantinya. (Maryani FISIP UNS)