Peduli Kondisi Bangsa, Censor Adakan Webinar Restrukturisasi Nasional Pembangunan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19

Kondisi dunia yang tanpa batas (borderless) semenjak revolusi industri dapat dimanfaatkan untuk menangani kondisi perekonomian Indonesia yang terdampak Covid-19. Akibat dari covid-19 menimbulkan era disrupsi yang memunculkan perubahan di berbagai sektor baik politik, ekonomi, maupun ideologi. Pandemi Covid-19 menuntut digitalisasi besar-besaran dan penguasaan teknologi di segala aspek terutama ekonomi. Para pelaku ekonomi dituntut untuk bisa cepat beradaptasi dengan teknologi-teknologi baru yang sebelumnya masih sangat asing bagi mereka. Terutama produsen harus kreatif dalam menjajakan produk yang dijualnya agar pembeli tertarik dan tidak cepat merasa bosan dengan produk jualannya. Tentu saja harus diimbangi dengan kualitas produk yang sesuai agar konsumen tidak merasa tetipu dan akan membeli lagi pada produsen tersebut, intinya harus menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

Berkaca dari latar belakang diatas,  dan hasil riset yang dilakukan sebelumnya oleh Tim UKM Censor  didapatkan beberapa fakta dimana UMKM  mengalami kendala atau tantangan dikarenakan pandemi covid-19 yang menerapkan kebijakan untuk stay at home, physical distancing dan social distancing,  salain permasalahan kebijakan pemerintah juga terdapat  kendala dalam  mempromosikan jualan dan ketidakmampuan untuk mengoperasikan platform digital serta  kendala menghadapi persaingan, maka UKM Censor FISIP UNS  yang konsen bidang penelitian dan pengabdian masyarakat menyelenggarakan acara webinar nasional Censorfest 6.0 dengan tema Restrukturisasi Nasional Pembangunan  Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19, yang dilaksanakan Sabtu, 28 November 2020,  mulai pukul 08.30-12.00 WIB dengan narasumber Muhammad Farhan Azis,  Presiden BEM Universitas Brawijaya yang juga Delegasi di Harvard National MUN 2019 dan Danur Condro Guritno , Dosen FEB UNS dengan moderator Bima Maulana Rahmad Hidayat, melalui platform zoom meeting.

Dari webinar yang dilakukan ini ada beberapa rekomendasi yang ditujukan untuk pemerintah dan warga negara Indonesia dalam restrukturisasi nasional akibat ditengah penanganan covid-9 yang melanda Indonesia diantaranya berupaya meninggalkan krisis dengan lebih kuat melalui (1) Healthcare, atau melakukan  semacam prioritas lebih lanjut, bagaimana cara meningkatkan resiliensi kesehatan, (2) Government  and Regulation, dalam hal ini pemerintah harus  menyiapkan peraturan-peraturan tentang bagaimana cara bekerja pada masa pendemi, (3) Technology and Innovation, pemerintah harus berpikir bahwa alokasi dana untuk kemenristek itu akan diberikan lebih banyak karena memberikan inovasi, (4) Energy and Environment, mulai sadar memaksimalkan potensi yang berhubungan dengan human management atau potensi yang dimiliki sebagai solusi untuk memprioritaskan akan hal-hal yang akan terjadi dimasa mendatan, (5) Supply Chain, atau rantai pasokan(6) Work Habit atau perubahan kebiasaan kerja (7) Society and Consumers,  kehidupan kemasyarakatan dan konsumsi  dan yang terakhir adalah (8) Social Contracts, adanya kontrak sosial di masyarakat. (Maryani FISIP UNS)