Hidup Baru dengan Energi Terbarukan, Jadi Tema Webinar Nasional Perspektif Baru UNS 2020

Hidup Baru dengan Energi Terbarukan, Jadi Tema Webinar Nasional Perspektif Baru UNS 2020

Universitas  Sebelas Maret bekerjasama  dengan  Yayasan Perspektif Baru Bersama Konrad Adenauer Stiftung (KAS)  akan menggelar Program Webinar Nasional Perspektif Baru-UNS  dengan topik Hidup Baru dengan Energi Terbarukan. Program ini   sebagai edukasi public dan sosialisasi kepada generasi  muda  khususnya mahasiswa  mengenai pentingnya  pemanfaatan  energi  bersih untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.  Webinar Nasional   Energi Terbarukan akan dilaksanakan  Senin, 30 November 2020 mulai pukul 10.00-12.00 WIB.

Program webinar nasional perspektif Baru_UNS merupakan Seminar nasional yang akan dilakukan secara online  melalui platform zoom dengan peserta sekitar 400 mahasiswa dari UNS Jawa Tengah serta tamu Undangan.  Acara ini akan dihadiri oleh Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.Sc (Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Enerdi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM)  sebagai keynote Speaker dan  pembicara lain Wimar Witoelar Pendiri Yayasan Perspektif  Baru, Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essensial Services Reform (IESR) serta Dosen dari FISIP UNS , Siti Zunariyah, S.Sos, M.Si, dengan Moderator Hayat Mansur dari Yayasan Perspektif Baru.

Kegiatan ini dilatarbelakangi adanya pandemi covid-19 dan perubahan iklim masih menjadi bahaya dan ancaman di dunia.  Saat ini Dunia lebih banyak focus pada   pandemic covid, tapi PBB telah memperingatkan adanya bahaya yang sama besar dari perubahan iklim.  Salah satu organisasi meteorologi dunia (WMO) PBB mengatakan tanda-tanda dan dampak perubahan iklim seperti kenaikan permukaan laut, hilangnya es dan cuaca ekstrem meningkat selama tahun 2015-2019 yang ditetapkan menjadi periode lima tahun terhangat yang pernah tercatat. Suhu rata-rata global telah meningkat sebesar1,1 celcius sejak periode pra industri, dan 0,2 C dibandingkan 2011-2015. Jadi penyebab dan dampak perubahan iklim meningkat dari melambat.  Karena itu upaya untuk menangani perubahan iklim tetap mendapat perhatian khusus. (Maryani FISIP UNS)