Mahasiswa Hubungan Internasional Raih Best Materi dan Best Desain di Ajang FKMHII Art Summit 2020

Dua orang mahasiswa Prodi Hubungan Internasional FISIP UNS Khairi Septiawan dan Farid Qurota Ayun  angkatan 2019, awal November 2020 kemarin berhasil meraih prestasi sebagai Best Materi dan Best Grafis atau Desain yang diselenggarakan  oleh   Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (FKMHII) Korwil IV  dalam  kegiatan Art Summit 2020  dalam lomba  infografis dengan Tema “Black Lives Matter”. Lomba ini  yang dilaksanakan pada tanggal 1 November 2020.

Dalam wawancara dengan Farid Qurota Ayun  menyebutkan,  karya yang dia buat bersama Khairi berhasil menjadi pemenang lomba infografis dengan materi dan desain terbaik yang diberi judul  “Data Seputar Unjuk Rasa GEORGE FLOYD Di Amerika Serikat dan Dunia”.   Menurut Farid, karya ini  menjelaskan seberapa besar aksi protes yang dilakukan demonstran,  menanggapi isu rasial George Floyd di Amerika khususnya, dan beberapa belahan dunia, serta dalam media sosial, serta  memberikan pengetahuan serta pemahaman wawasan kepada masyarakat luas yang  belum begitu paham kenapa kasus ini bisa menjadi begitu besar.

Farid menyebutkan, keduanya memilih kota-kota yang berpengaruh seperti Kota Minneapolis, New York, Chicago, dan Los angles. Kasus ini membuat situasi di Amerika Serikat lumayan kacau karena aksi yang digelar masa itu secara besar besaran dan serempak hampir diseluruh  negara bagian.  Bukan hanya di Amerika, aksi protes juga terjadi di negara seperti Inggris, Perancis dan Australia, yang dilakukan untuk menanggapi kasus rasial George Floyd.

Sebuah kasus pembunuhan oleh polisi berkulit putih kepada seorang tak berdaya berkulit hitam hanya karena tuduhan membeli rokok dengan uang palsu, pria ini lantas ditahan polisi dan dibunuh secara perlahan dengan menindih lehernya dengan lutut selama 9 menit, yang membuat isu ini begitu besar antara lain kejadian ini terekam dan videonya menyebar di media sosial, sehingga tak perlu selang waktu yang panjang, keesokan hari setelah kematian George Floyd, warga amerika yang tak terima langsung mengadakan demo besar besaran dan serempak hingga beberapa hari kedepan, kericuhan dan adu lempar mewarnai aksi demonstrasi, bahkan aksi ini sampai menelan korban luka dan korban jiwa seperti yang terjadi di Chicago.

Delegasi UNS ini berhasil mengungguli  delegasi dari Universitas Diponegoro dan Univesitas Muhamadiyah Yogyakarta yang meraih peringat kedua dan ketiga dan mendapat apresiasi dewan juri sebagai karya yang dengan  sumber yang kredibel dan terpercaya, serta  spesifik. Urgensinya  informasi   disajikan dengan baik.  (Maryani FISIP UNS)