Mahasiswa Prodi HI Raih Juara 1 dalam Chamber Video Competition Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia

Sanggam Napitupulu, Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional FISIP UNS, kembali raih juara  pertama dalam Chamber Video Competition  yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (FKMHII). Kegiatan ini merupakan rangkaian acara  Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia ke-32 yang selanjutnya akan disingkat PNMHII XXXII.

Lomba yang rutin digelar setahun sekali ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (FKMHII) dan tahun 2020 ini,  bertindak sebagai tuan rumah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dilangsungkan selama 5 hari  mulai tanggal 3 hingga 7 November 2020,  secara daring melalui media YouTube dan Zoom.

Menurut Sanggam Napitupulu Video Competition tahun 2020 sebagai rangkaian PNMHII XXXII ini mengangkat tema “Peran UMKM dalam Memajukan Perekonomian Nasional Indonesia”.  Dan dalam prosesnya  mengharuskan para  delegasi membuat 2 video, presentasi dan kreatif.  Sanggam menambahkan bahwa dia sengaja mengubah susunan presentasi yang dianjurkan panitia dengan memilih untuk menampilkan video presentasi berupa prolog terlebih dahulu sebagai dasar argumentasi yang ingin disampaikan.

Dalam Prolog tersebut Sanggam  menceritakan kilas balik UMKM yang sudah pernah membangkitkan ekonomi Indonesia di kala krisis 1998, serta perannya mulai dari menyerap tenaga kerja hingga menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB). Dari situ, ada urgensi bagi pelaku UMKM untuk mengubah strateginya dan tentu diperlukan sokongan pemerintah.

Sanggam juga menyebutkan bahwa Chamber Video Competition yang diikutinya  tidaklah diselenggarakan bersamaan dengan kompetisi lain, sehingga para  peserta memiliki fleksibilitas waktu, namun memiliki tenggat waktu yang lebih sempit  karena video sudah harus terunggah maksimal tanggal 1 November, artinya sebelum pembukaan PNMHII XXXII.

Dari video yang dibuatnya, Sanggam mengangkat tentang minuman dan makanan yaitu dawet ayu Banjarnegara  dan jadah tempe, hasil  usaha dari Ibu Nunug yang juga ibu  Sanggam sendiri yang memulai usaha di masa pandemi.  Sanggam ingin menyadarkan masyarakat bahwa masih banyak minuman dan makanan khas yang menanti untuk dikulik lebih dalam supaya dikenal dimana-mana. Namun demikian peran pemerintah sebagai pembuat regulasi sangat diperlukan. Terakhir Sanggam memberikan pesan bahwa menghadapi pandemi disertai tuntutan perkembangan  Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), semua usaha dan pelaku UMKM harus berinovasi. Usaha yang dilakukan  bukanlah sesuatu yang terus harus mengikuti tren dan berkiblat ke luar negeri, namun melihat lebih ke dalam negeri dan menciptakannya menjadi tren. Alasan lainnya Sanggam menyampaikan bahwa kearifan lokal  sangat diperlukan untuk menyongsong MEA  yaitu  dengan  mengangkat kearifan lokal yang merupakan budaya asli bangsa Indonesia.  (Maryani FISIP UNS)

link video bisa dilihat DISINIhttps://www.youtube.com/watch?v=q9fnI5dbogM&feature=youtu.be