RG Pelayanan Publik Berbasis Human Governance FISIP UNS Beri Penyuluhan Pendidikan Politik bagi Perempuan

Pembukaan kegiatan pendidikan politik perempuan oleh Dewan Pimpinan Daerah LDII Kabupaten Karanganyar

Tim  dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret  (FISIP UNS)yang tergabung dalam  tim Riset Grup Pelayanan Publik Berbasis Human Governance menyelenggarakan pendidikan politik bagi perempuan pada kelompok mitra dari Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Karanganyar. Kegiatan penyuluhan dilakukan Kamis 5 November 2020, secara luring dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang anggota Dewan Pimpinan Daerah LDII Kabupaten Karanganyar baik laki-laki dan perempuan. Pelaksanaan kegiatan luring tetap menerapkan protokol kesehatan 3 M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak duduk antar peserta). Kegiatan pendidikan politik bagi perempuan menghadirkan pemateri Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si; Dra. Sri Yuliani, M.Si dan Dra Rahesli Humasona, M.Si serta Tiyas Nur Haryani, S.Sos, M.Si selaku moderator kegiatan.

Paparan Materi Perempuan dan Politik oleh Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si

Menurut Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si selaku ketua Riset Grup Pelayanan Publik Berbasis Human Governance perempuan dalam politik tetap menjadi isu strategis baik pada skala lokal dan nasional. Pendidikan politik bagi perempuan juga tidak bisa hanya dilakukan satu kali bagi kelompok namun perlu dilakukan secara berkelanjutan karena proses edukasi dan peningkatan kapasitas perlu dilakukan bagi perempuan untuk mempersiapkan perempuan menjadi pemilih cerdas maupun kader politik dengan sensitivitas gender yang tinggi. Paparan yang disampaikan para pemateri dan hasil diskusi dengan para peserta penyuluhan pendidikan mampu mengkerucut bahwa kelompok perempuan dalam arus politik dan/atau untuk terlibat dalam dunia politik memiliki tantangan semenjak fase masuk terlibat dalam dunia politik hingga saat sudah berhasil menduduki jabatan publik dan/atau politik. Konsistensi sensivitas gender para perempuan politisi juga perlu tetap dipertahankan saat pengkaderan, kampanye publik hingga saat sudah terpilih.

Dalam releasenya Tiyas Nur Haryani, S.Sos, M.Si menyatakan bahwa upaya  mendukung perempuan di ranah politik baik sebagai pemilih maupun kader politik perlu didapatkan dari laki-laki maupun kelompok perempuan itu sendiri. Dan bentuk  dukungan tersebut juga perlu dibangun dari level keluarga, masyarakat, negara dan kebijakan publiknya.

Lebih jauh Tiyas menyampaikan, kegiatan penyuluhan yang diberikan oleh Tim dari FISIP UNS ini, berhasil mendapatkan antusias dan perhatian para peserta dan komintmen peningkatan perempuan dalam politik dapat terbangun bersama di akhir sesi acara. Harapan dari kelompok mitra tim Riset Grup Pelayanan Publik Berbasis Human Governance dapat berlanjut kembali dengan topik-topik peningkatan kapasitas untuk kelompok perempuan pada khususnya dan anggota lembaga pada umumnya. (Maryani FISIP UNS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto 1. Pembukaan kegiatan pendidikan politik perempuan oleh Dewan Pimpinan Daerah LDII Kabupaten Karanganyar

Foto 2. Paparan Materi Perempuan dan Politik oleh Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si