Raih Best Trainer, Monika diberi Tanggung Jawab Publikasi Buku Pengalaman Implementasi Kampanye Literasi Informasi Lawan Hoaks Covid-19

Project Information Literacy on COVID-19 Pandemic in Indonesia: Women Against Disruptive Information on COVID-19 Pandemic in Indonesia telah selesai dilakukan Sabtu 31 Oktober 2020 lalu  setelah diadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas implementasi kegiatan tersebut, dan mengukuhkan Monika Sri Yuliarti S.Sos, M.Si sebagai  Best Trainer on Information Literacy.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Women in Engineering-IEEE Indonesia, Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.Sc., M.M. menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan perwujudan optimalisasi peran perempuan dalam memberikan edukasi pemanfaatan teknologi untuk pemecahan masalah sosial. Secara spesifik, project ini fokus pada peningkatan literasi informasi terkait COVID-19 yang dilakukan dengan pendekatan pentahelix, seperti yang disampaikan oleh profesor Teknik Komputer dari Universitas Indonesia ini, “program ini kami beri judul Women Against Disruptive InformationatauWADIkarena memang ini merupakan program yang ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berperan dalam kampanye melawan hoaks, utamanya yang terkait dengan COVID-19”.

Lebih lanjut, wakil ketua ASWGI, Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi, M.S. mengharapkan bahwa kerja sama antara ASWGI dengan WIE-IEEE Indonesia diharapkan tidak hanya berhenti sampai berakhirnya project ini, karena ASWGI sendiri merupakan gabungan dari berbagai bidang, karena gender adalah kajian yang multiperspektif. “Sinergi multidisiplin merupakan kekuatan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan, dan ke depan masih banyak langkah-langkah yang bisa kita rencanakan dalam penelitian maupun pengabdian”, ujar ahli gender dari Universitas Brawijaya Malang ini.

Mengakhiri acara, ketua project Information Literacy on COVID-19 Pandemic in Indonesia: Women Against Disruptive Information on COVID-19 Pandemic in Indonesia, Dr. Dewi Liliana dari Politeknik Negeri Jakarta mengumumkan Best Trainer on Information Literacy, yaitu trainer WADI dari FISIP UNS, Monika Sri Yuliarti S.Sos., M.Si., yang juga diberi kepercayaan sebagai penanggung jawab buku publikasi pengalaman implementasi kampanye literasi informasi melawan hoaks COVID-19. (Maryani FISIP UNS)