Kiprah PMI Menurut Pengamat Sosial FISIP UNS Dalam Dialog Pagi RRI Pro 1 Surakarta

Kiprah PMI  sudah dimulai sejak jaman kemerdekaan,  untuk itu selayaknya kita harus berterima kasih karena PMI  sampai detik ini dimana masyarakat dunia  sedang dihadapkan wabah pandemic masa covid-19, menjadi kata pembuka pengamat Sosial FISIP UNS, Siti Zunariyah, S.Sos, M.Si saat mengisi Dialog Interaktif RRI Surakarta Tanggap Bencana Covid-19 yang diselenggarakan Kamis, 3 September 2020 pukul 08.00-09.00 WIB dalam topik Kiprah PMI diTengah Pandemi Covid-19.

Lebih jauh Siti Zunariyah, S.Sos,M.Si menyebutkan bahwa peran serta  PMI dari mulai yang sederhana  hingga penanganan lain  termasuk dalam penyediaan sarana dan prasarana telah dilakukan. Ada satu  hal yang surprise menurutnya bahwa  PMI Cabang Kota Surakarta  telah mewujudkan  SIBAT  atau Siaga Bencana di semua wilayah kalurahan yang ada di Kota  Surakarta, yang pada awalnya hanya memiliki 3 daerah saja yaitu Pucang Sawit, Sangkrah dan Kampung  Sewu. Sebagai rekomendasi selanjutnya Siti Zunariyah berharap  bentuk kegiatan Sibat yang lain yaitu mendorong kegiatan yang ada di sibat termasuk semua bencana,  bukan hanya berkaitan dengan banjir saja tetapi mungkin bisa berkontribusi dengan semua kondisi kebencanaan termasuk  pandemic covid ini.

Menurut Siti Zunariyah yang mengisi acara dialog interaktif bersama  dengan Kepala Markas PMI Kota Surakarta Agus Setyo Utomo, menekankan bahwa PMI memiliki andil yang besar,  dikarenakan regulasi yang tidak rigid namun tetap  bisa mengambil sikap, dan respon tertentu termasuk dalam situasi atau persoalan yang mendesak. PMI bisa melakukan action dan inovasi termasuk dalam layanan donor darah saat stok darah menipis dengan layanan jemput bolanya dengan mendatangi para pendonornya. Adanya adaptasi dan inovasi  mutlak dibutuhkan agar  tetap dapat mendorong akan adanya inovasi berbasis masyarakat yang telah dilakukan oleh PMI selama ini.

Peran PMI harus  terus dimaksimalkan,  hal ini tidak mungkin dilakukan sendiri perlu partisipasi semua pihak. Peran PMI selain yang bersifat reaktif juga diperlukan edukasi yang berupa sosialisasi guna membuka persepsi yang ada dimasyarakat. PMI memiliki posisi yang strategis dan birokrasi yang idak terlalu rigid/kaku sehingga cukup luwes menggerakkan edukasi di masyarakat.

Diakhir sesi Sii Zunariyah meneragkan bahwa PMI perlu mengeratkan kembali peran serta pemerintah  termasuk kelurahan-kelurahan dimana mereka memiliki dana  kelurahan atau dana desa yang dapat  digunakan untuk penanganan covid atau bencana lain agar bisa lebih dioptimalkan, dengan melakukan  kolaborasi bersama  dan  pemerataan software pengetahuan terkait kebijakan yang diberikan pada masyarakat, pemerintah desa  dan PMI. Intinya adalah edukasi untuk masyarakat sangat diperlukan termasuk  dengan penggunaan media-media sosial  dan media-media lain yang difungsikan sebagai alat edukasi tersebut. (Maryani FISIP UNS)