Peringati Hari Jadi ASEAN dan International Youth Day, Prodi HI berkolaborasi dengan Pusat Studi ASEAN UNS Selenggarakan Webinar ASEAN

Program Studi  Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ( Prodi HI FISIP) UNS berkolaborasi  dengan Pusat Studi ASEAN (PSA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan webinar untuk memperingati hari jadi ASEAN yang ke-53 dan International Youth Day pada 12 Agustus 2020. Webinar ini diselenggarakan dengan mengusung tema “Perspektif Akademisi Muda terhadap ASEAN” dan menghadirkan perwakilan akademisi muda dari negara anggota ASEAN yang menempuh pendidikan di UNS.

Hadir sebagai  pembicara dalam webinar ini, perwakilan akademisi muda yang dihadirkan sebagai pembicara dalam webinar ini adalah dr. Yuzana Maung dari Myanmar yang merupakan mahasiswa S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat UNS, Muhammad Danish dari Malaysia yang juga sebagai mahasiswa S1 Teknik Elektro UNS dan Nguyen Thanh Dat mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UNS dari Vietnam. Sedangkan pembicara dari Indonesia diwakilkan oleh Femri Resdifianti dari Prodi HI FISIP UNS dengan moderator Mutiara Firsty Linggar Nagisa yang juga  mahasiswa Prodi HI FISIP UNS, dan sebagai bagian dari generasi muda ASEAN.

Webinar ini dilangsungkan melalui aplikasi Google Meet pada, Kamis, 13 Agustus 2020 mulai pukul 10.00- 13.00 WIB. Acara webinar diawali dengan sambutan Ketua Panitia dan juga sebagai perwakilan PSA UNS Septyanto Galan Prakoso, S.IP., M.Sc yang biasa disapa dengan panggilan Pak Galan yang juga dosen Prodi HI dan sekarang sedang menempuh pendidikan S3 di Taiwan.

Menurut Galan, bagian terpenting dari webinar yang diselenggarakan oleh PSA UNS dalam kolaborasi dengan Prodi HI FISIP UNS ini adalah  bagaimana menjadikan  generasi muda ASEAN sebagai  generasi yang tangguh dan inovatif ditengah kondisi dunia saat ini. Generasi muda harus lebih baik dari pendahulunya dalam mewujudkan ASEAN sebagai sebuah keluarga besar dan bukan hanya sebagai rekan kerja sama bisnis antar negara saja. Generasi muda juga dapat berkontribusi dalam proses integrasi ASEAN yang mana tidak hanya pada sektor ekonomi dan politik-keamanan, akan tetapi juga meliputi people-to-people. Hal tersebut dapat dilaksanakan melalui partisipasi aktif dan positif generasi muda dalam kerja sama penelitian atau pertukaran pelajar antara negara anggota ASEAN. (Maryani FISIP UNS)