“Warty” Inovasi Mahasiswa FISIP UNS Sebagai Upaya Pemenuhan Kebutuhan Pangan Keluarga di Tengah Pandemi

Riki Purwanto,  Mahasiswa FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKMPM) yang dapat direkognisi dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) menginisiasi program Warty “Warung Solidarity”.  Riki Purwanto  tidak hanya fokus pada edukasi Covid-19 yang menjadi program pengabdiannya, ia juga  berinisiatif mengenalkan program Warty tersebut  kepada warga rukun tetangga (RT) 02 rukun warga (RW) 01 Desa Ayah Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Warty memiliki tagline ‘bersedekah semampunya, mengambil seperlunya’ artinya jika masyarakat dapat melakukan sedekah semampu mereka dan mengambil seperlunya sembako atau sayuran yang ada di Warty.

Riki Purwanto, yang juga mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP UNS angkatan 2017,  dalam releasenya menyampaikan bahwa Warty merupakan warung yang bertujuan meningkatkan solidaritas warga RT 02 RW 01 dalam menjaga ketahanan pangan di era pandemi. Warty mengajak warga untuk bergotong-royong, memahami, dan membantu satu sama lainnya. Lebih jauh dia menyebutkan bahwa Di tengah pandemi masyarakat harus bergotong-royong terutama dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. Mulai dari yang sederhana yaitu memberikan dukungan dan menolong tetangga dalam kebutuhan sehari-hari. Setiap warga dapat bersedekah baik berupa sembako, sayuran, buah-buahan, ataupun uang. Barang yang terkumpul akan ditampilkan dalam Warty secara langsung. Sedangkan uang yang terkumpul, akan digunakan untuk membeli sayuran, buah-buahan, dan sembako lainnya.

Program ini dipilih setelah melakukan izin dan berkoordinasi dengan Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat. Menurut informasi yang didapat masih banyak masyarakat yang mengalami kecemburuan sosial akibat belum semua warganya menerima bantuan dari pemerintah. Untuk mengatasi hal tersebut Warty dipilih menjadi solusinya.

Warty dilaksanakan untuk pertama kalinya pada hari Sabtu 1 Agustus 2020 dengan dana yang terkumpul Rp. 100.000 pada 31 Juli 2020. Kemudian separonya digunakan untuk membeli sayur-sayuran. Sisanya untuk Minggu depan. Pada 1 Agustus banyak yang melakukan sedekah hingga saldo akhir mencapai Rp. 168.000 dan 12 mie instan.

Rencananya Program ini akan  dijalankan setiap hari Sabtu setiap pukul 09.30 WIB sampai 13.00 WIB. Mengingat pada hari tersebut pasar tradisional yang buka cukup jauh dari rumahnya. Sedangkan pasar terdekat hanya buka pada hari Senin dan Kamis. Hal ini tentunya memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan dapur di era pandemi dan meminimalisir kontak dengan orang diluar sana.  Riki Purwanto senang karena warga masyarakat sangat antusias menjalankan program Warty dan bersemangat untuk  menambah macam dan kuantitas yang akan  disediakan.  Sebagai media promosi,  Riki  juga membagikan poster kepada teman-temannya melalui instagram, WAG, dan facebook  kemasyarakat serta teman-temannya jika ada yang ingin bersedekah melalui Warty. (Maryani FISIP UNS)