Guru Besar FISIP UNS, Jadi Narasumber di Webinar FISIP UINSA dengan Tema Rencana Strategis Bisnis (RSB) di Tengah Revolusi Industri 4.0 dan New Normal

Salah satu implementasi Revolusi industri 4.0 di pendidikan tinggi,  adalah  penyesuaian atas arah perubahan global diantaranya  terkait Rencana Strategi Bisnis (RSB) Perguruan Tinggi. Guru besar FISIP UNS yang juga menjabat sebagai Dekan, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si menjadi narasumber di acara  Webinar FISIP Universitas Islam Nenegeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)  Bersama Rektor, Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D. dengan Tema RSB di Tengah Revolusi Industri 4.0 dan New Normal, yang dilaksanakan Kamis, 16 Juli 2020, pukul 09.00-11.30 WIB via zoon meeting.

Penerjemahan Rencana Strategis Bisnis di perguruan tinggi  dilakukan melalui  penentuan standar Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) dari unit yang paling atas sampai pada unit terkecil. Kesemua itu menjadi bagian dari upaya bersama memastikan perguruan tinggi dapat berjalan secara maksimal.

Dalam paparannya, Prof. Ismi menyampaikan bahwa ada beberapa langkah-langkah penting dalam kaitan antara RSB masing-masing unit kerja. Langkah-langkah itu adalah RSB lembaga menjadi acuan dari RSB lembaga di bawahnya sampai unit terkecil, distribusi key performance indicator (KPI) ke unit, singkronisasi, perubahan kebijakan, dan indikator outcome. Sedangkan terkait dengan Pandemi Covid-19, UNS melakukan dua hal, yaitu adaptasi dan inovasi, dan tidak melakukan perubahan RSB. Hal itu karena RSB sudah disesuaikan dengan masa depan revolusi 4.0. Sedangkan situasi pandemi Covid-19 hanya memerlukan adaptasi dan inovasi internal perguruan tinggi. Konsekuensinya, diperlukan kebijakan dan regulasi yang mendukung penyesuaian dan inovasi tersebut.

Pada sesi dialog, ada salah satu pertanyaan terkait dengan bagaimana sistem penjaminan mutu pada situasi pandemi ini. Prof. Ismi menyampaikan, bahwa FISIP UNS memaksimalkan berbagai tools yang disesuaikan dan dikembangkan mengikuti kebutuhan. Terkait program magang Kampus Merdeka, Prof. Ismi menjelaskan, bahwa program tersebut belum dilaksanakan secara maksimal oleh FISIP UNS. Di satu sisi, implementasi program Kampus Merdeka ini memerlukan perencanaan yang matang, pada aspek kurikulum, dan secara realistis baru bisa diterapkan pada mahasiswa Angkatan tahun 2020. (Maryani FISIP UNS)