Ciptakan Iklim Akademik di Kampus, FISIP UNS Adakan FISIP Coffee Talks #1

Sabtu, 27 Juni 2020,  FISIP UNS bekerjasama dengan Keluarga Alumni FISIP UNS menyelenggarakan acara FISIP Coffee Talks#1 sebuah kegiatan yang bertujuan untuk menggairahkan iklim akademik ditengah pandemi covid-19 menuju era tatanan kehidupan yang baru (new normal). Acara dimulai pukul 10.00-12.30 WIB melalui zoom meeting dan disiarkan secara live  melalui youtube di channel FISIPCoffeetalk#1 dengan tema “Transformasi Branding Perguruan Tinggi  di Masa Pandemi” dan moderator  dosen Prodi Ilmu Komunikasi Nora Nailul Amal, S.Sos, MLMed.Horns.

FISIP Coffee Talks#1 menghadirkan empat narasumber yaitu Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si dari Prodi Sosiologi yang memberikan materi yang berjudul Matinya  Branding, Menyoal Pemeringkatan Kampus di Tengah Pandemi Covid-19; Rino Ardhian Nugroho, S.Sos, M.TI, Ph.D dengan judul “Smart Campus dan Branding”,  Dr. Andre Rahmanto,M.Si dengan judul “Manajemen Reputasi Perguruan Tinggi di Masa Pandemi” dan Abdul Kohar, S.Sos dengan judul “Reputasi  Perguuan Tinggi”.

Dalam Sambutannya Dekan FISIP UNS menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FISIP Coffee Talks#1  yang  diikuti oleh perwakilan dari perguruan tinggi di Indonesia, mengingat dalam waktu yang sama, saat ini di UNS sedang dilangsungkan wisuda periode ke-3 UNS tahun 2020 secara daring maupun luring, walaupun saat ini masih dalam suasana pandemic covid-19. Beliau memberikan paparan di era milenieal saat ini musuh nyata saat ini bukan siapa-siapa melainkan teguran yang Maha Kuasa salah satunya covid-19. Melalui covid-19 setiap manusia diingatkan sekaligus diberikan solusi bahwa manusia merencanakan dan manusia juga bisa beradaptasi secara cepat menghadapi kondisi yang ada. Misalnya dahulu untuk menyelenggarakan suatu acara butuh waktu beberapa minggu bahkan bulan, saat ini manusia bisa membuat perencanaan yang waktunya cukup singkat seperti yang dilaksanakan siang ini.

Dalam paparan singkatnya Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si menyentil terkait mengapa perguruan tinggi  tidak bisa tembus dalam perangkingan internasional. Beliau menduga ada beberapa orang bermain disitu. Untuk itu sebagai salah satu bagian dari solusi yang diberikan adalah Indonesia harus memiliki kinerja melalui  strategi tertentu, diantaranya lewat tiga kekuatan perguruan tinggi yaitu riset atau penelitian, peningkatan jumlah doktor dan  PIP university identity. Skenario yang dibuat  harus  direncanakan dan diupayakan berdasarkan kompleksitas yang ada di UNS sendiri sebagai penciri khususnya dibandingkan dengan perguruan tinggi lain yang ada di Indonesia.

Dr. Andre Rahmanto , M.Si menyebutkan dalam manajemen reputasi di masa pandemic menyebutkan ada sesuatu yang harus ditelaah ulang dalam perangkingan, walaupun seharusnya reputasi tidak hanya ditentukan hanya dalam perangkingan saja melainkan akumulasi dari brand akan diupaya dan akan dilakukan serta bagaimana menyelaraskan dengan apa yang diinginkan sesuai dengan apa yang publik inginkan. Sedangkan pembicara ketiga Rino Ardhian Nugroho, Ph.D menyoroti tentang bagaimana membuat kampus yang smart serta melihat bagaimana suatu perguruan tinggi itu memiliki kekhasan dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya.  (Maryani FISIP UNS)